Kamis, 04 Oktober 2012

TRANSMISI BUDAYA DAN BIOLOGIS SERTA AWAL PERKEMBANGAN DAN PENGASUHAN


Ni Ketut Budiartini
3PA01/14510946

Budaya merupakan suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generas. Bahasa, sebagaimana juga budaya, merupakan bagian tak terpisahkan dari diri manusia sehingga banyak orang cenderung menganggapnya diwariskan secara genetis. Ketika seseorang berusaha berkomunikasi dengan orang-orang yang berbeda budaya dan menyesuaikan perbedaan-perbedaannya, membuktikan bahwa budaya itu dipelajari. mewariskan budaya dari generasi yang satu ke generasi yang lain melalui sebuah kegiatan pengiriman atau penyebaran sebuah kebiasaan/adat istiadat yang sulit untuk diubah disebut dengan transmisi budaya.
Di Indonesia terdapat bermacam-macam bentuk transmisi budaya, yaitu : sosialisasi, akulturasi, enkulturasi, dan bilogis.
Bentuk – bentuk Transmisi Budaya

1. Sosialisasi
Sosisalisasi adalah proses pemasyarakatan, yaitu seluruh proses apabila seorang individu dari masa kanak-kanak sampai dewasa, berkembang, berhubungan, mengenal, dan menyesuaikan diri dengan individu-individu lain dalam masyarakat. Menurut Soerjono Soekanto, sosialisasi adalah suatu proses di mana anggota masyarakat baru mempelajari norma-norma dan nilai-nilai masyarakat di mana ia menjadi anggota.

2. AKULTURASI
Kehadiran orang Belanada di Indonesia, yang kemudian jadi penguasa, sangat mempengaruhi gaya hidup, bentuk bangaunan tradisional, serta fungsi ruangannya. Selain itu, alat perlengkapan rumah tangga yang biasa dipakai sehari-hari oleh rakyat pribumi juga mengalami perubahan. Lalu tujuh unsur universal yaitu bahasa, peralatan&perlengkapan hidup, matapencarian dan sistem ekonomi, sistem kemasyarakatan, kesenian , ilmu pengetahuan dan religi juga ikut terpengeruh. Ketujuh unsur universal budaya itu bercampur dan percampuran antara kebudayaan Belanda dan Pribumi itulah yang disebut kebudayaan Indis.

Akulturasi yang terjadi antara budaya asing (Belanda) dan pribumi dapat dibilang cukup sukses, mengapa? Ya karena masing-masing budaya (Asing dan Pribumi) sama sekali tidak kehilangan ke khas-an nya. Contohnya pada masyarakat Jawa. Meski banyak sekali kedatangan para ‘tamu’ dari Eropa, Cina, Australia, dan India kebudayaan Pribumi Jawa dapat tetap bertahan. Local Genius pribumi Jawa mampu menanggapi kehadiran budaya asing secara aktif tanpa kehilangan kepribadiannya. Semua hal tadi menunjukan bahwa pribumi Jawa memiliki sikap open minded tolerance atau savoir vivre (lapang dada).
Bentuk bangunan.

Pengaruh budaya asing khususnya Belanda yang datang ke Indonesia cukup besar. Selain mempengaruhi tujuh unsur universal budaya, pengaruh budaya asing juga ‘menjalar’ pada tata bentuk (arsitektur) bangunan/tempat tinggal. Meskipun bentuk dasar bangunan/tempat tinggal masih tradisional, tetapi pada beberapa tata letak dan ornamen-ornamen yang terdapat di bangunan/tempat tinggal tersebut ada pengaruh dari budaya asing. Contohnya adalah sebelum masa itu rumah-rumah orang pribumi tidak dilengkapi atau ada tempat pembuangan (jamban) atau pun tempat mandi di sekitar rumah maupun di dalam lingkungan rumah atau kali pada pagi hari. Setelah masuknya kebudayaan asing dan terbentuknya kebudayaan indis, rumah-rumah para non-pribumi atau keturunannya sudah mulai memiliki tempat pembuangan dan tempat mandi yang terletak di dalam halaman rumah. Lalu pada tahun 1870 masyarakat mulai mengenal kamar mandi yang terletak di dalam rumah seperti yang kita kenal.
Lalu pada rumah-rumah tersebut biasanya ada ornamen atau hiasan bergaya eropa. Contohnya pada puncak atap rumah yang terdapat hiasan seperti ukiran dan pahatan patung atau juga bentuk-bentuk seperti menara kecil yang menjulang tidak begitu tinggi.

3. ENKULTURASI
Pada masa kebudayaan Indis, enkulturasi terjadi dilingkungan pendidikan dimana pengaruh teman sekitar bagi seorang anak lah yang akan ‘membentuk’nya. Kebiasaan hidup mewah misalnya, anak-anak pada masa itu melihat cara para orang dewasa berpakaian, cara atau kebiasaan para orang dewasa merayakan sesuatu dengan berpesta (minum bir bersama contohnya).

4. BIOLOGIS
Suburnya budaya Indis pada awalnya didukung oleh kebiasaan hidup membujang para pejabat Belanda. Pada masa itu ada larangan membawa pasangan dan mendatangakan perempuan Belanda ke Hindia Belanda. Hal itu mendorong para lelaki Belanda menikahi penduduk setempat. Maka terjadilah percampuran darah yang melahirkan anak-anak campuran, serta sevara otomatis menimbulakan budaya dan gaya hidup Belanda-Pribumi/gaya Indis.

Pengaruh Enkulturasi terhadap perkembangan psikologi individu
Enkulturasi mengacu pada proses dengan mana kultur (budaya) ditransmisikan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Kita mempelajari kultur, bukan mewarisinya. Kultur ditransmisikan melalui proses belajar, bukan melalui gen. Orang tua, kelompok, teman, sekolah, lembaga keagamaan, dan lembaga pemerintahan merupakan guru-guru utama dibidang kultur.

Pengaruh Sosialisasi terhadap perkembangan psikologi individual
Beberapa teori perkembangan manusia telah mengungkapkan bahwa manusia telah tumbuh dan berkembang dari masa bayi kemasa dewasa melalui beberapa langkah jenjang. Kehidupan anak dalam menelusuri perkembangnya itu pada dasarnya merupakan kemampuan mereka berinteraksi dengan lingkungan. Pada proses integrasi dan interaksi ini faktor intelektual dan emosional mengambil peranan penting. Proses tersebut merupakan proses sosialisasi yang mendudukkan anak-anak sebagai insan yang yang secara aktif melakukan proses sosialisasi

Pengaruh akulturasi terhadap perkembangan psikologi individu
Akulturasi mempengaruhi perkembangan psikologi individu melalui suatu proses sosial yang timbul manakala suatu kelompok manusia dengan kebudayaan tertentu dihadapkan dengan unsur dari suatu kebudayaan asing. Akulturasi terjadi karena sekelompok orang asing yang berangsur-angsur mengikuti cara atau peraturan di dalam lingkup orang Indonesia.

Awal Masa Perkembangan dan pola kelekatan pada ibu dan pengasuh
Transmisi budaya dapat terjadi sesuai dengan awal pengembangan dan pengasuhan yang terjadi pada masing-masing individu. Dimana proses seperti enkulturasi, sosialisasi ataupun akulturasi yang mempengaruhi perkembangan psikologis individu tergantung bagaimana individu mendapat pengasuhan dan bagaimana lingkungan yang diterimanya.
Kelekatan juga terbentuk dari pengasuhan yang sensitif. Ibu yang sensitif, responsif, hangat, dan menerima akan membentuk dasar rasa aman bagi anak. Pengalaman yang membentuk kelekatan yang aman akan membuat anak memiliki kerangka pikir positif untuk mengetahui dunia. Sayangnya banyak ibu yang kurang sensitif merespon kebutuhan anak.


AWAL PENGEMBANGAN DAN PENGASUHAN
Pada keluarga bangsawan dan priyayi Jawa, anak-anak diasuh oleh para pembantu yang biasanya di sebut emban. Selain emban ada juga inya yang bertugas menyusui danwuucumbu (abdi pendampng). Pembagian tugas yang seperti demikian ternyata diikuti juga oleh keluarga Belanda, Indo, dan priyayi baru. Anak-anak meraka diasuh oleh para babu, jongos, dan sopir. Para pembantu rumah tangga tersebut tidak hanya sekedar mengurus rumah tetapi juga menjaga anak-anak para majikan mereka dan pembagian kerja seperti itu tidak dikenal di negara Belanda.
Jelas dari hal tersebut, kelekatan (attachment) antara anggota keluarga misalnya anak dan orang tuanya tidak akan begitu kuat dikarenakan intensitas pertemuan dan melakukan kegiatan bersama, anak lebih sering dilakukan dengan pengasuh dan bukan orang tuanya sendiri. Perkembangan yang terjadi pada anak yang diasuh oleh para pengasuh tersebut juga akan berbeda dibanding dengan perkembangan anak pada masyarakat biasa.


Senin, 01 Oktober 2012

PSIKOLOGI LINTAS BUDAYA

Ni Ketut Budiartini
3PA01/14510946

1.1 PENGERTIAN PSIKOLOGI LINTAS BUDAYA
Negara Indonesia terdiri dari beragam suku, dimana setiap suku memiliki kebudayaannya masing – masing. kebudayaan ini memberikan pengaruh yang sangat besar terhadap perilaku manusia. melalui ilmu psikologi lintas budaya kita akan mempelajari bagaimana budaya dapat mempengaruhi prilaku manusia.
berikut beberapa devinisi dari psikologi lintas budaya :

Psikologi lintas-budaya adalah cabang dari psikologi yang melihat bagaimana faktor-faktor budaya mempengaruhi perilaku manusia. The International Association of Cross-Cultural Psychology (IACCP) didirikan pada tahun 1972, terus tumbuh dan berkembang sejak saat itu. Hari ini, terjadi peningkatan jumlah psikolog yang menyelidiki perbedaan perilaku antara berbagai budaya di seluruh dunia.

Psikologi lintas budaya adalah kajian mengenai persamaan dan perbedaan dalam fungsi individu secara psikologis, dalam berbagai budaya dan kelompok etnik; mengenai hubungan-hubungan di antara ubaha psikologis dan sosio-budaya, ekologis, dan ubahan biologis; serta mengenai perubahan-perubahan yang berlangsung dalam ubahan-ubahan tersebut.

Budaya mengacu pada banyak karakteristik dari sekelompok orang, termasuk sikap, perilaku, adat istiadat dan nilai-nilai yang ditransmisikan dari satu generasi ke generasi berikutnya (Matsumoto, 2000). Tujuan dari psikologi lintas-budaya adalah untuk melihat kedua perilaku universal dan perilaku yang unik untuk mengidentifikasi di mana dampak perilaku kita, kehidupan keluarga, pendidikan, pengalaman sosial dan daerah lainnya.
Banyak psikolog lintas-budaya yang memilih untuk fokus pada satu dari dua pendekatan:
1. Pendekatan etik berfokus pada mempelajari bagaimana budaya yang berbeda adalah serupa.
2. Pendekatan emik berfokus pada mempelajari perbedaan antara budaya.
Beberapa pengertian psikologi lintas budaya dari tokoh lain adalah :
- penelitian lintas budaya dalam psikologi adalah perbandingan variabel psikologis secara sistematis yang jelas dalam kondisi budaya yang berbeda dalam rangka untuk menentukan pendahulu dan proses yang menengahi munculnya perbedaan perilaku(Ecksenberger, 1972 ).

- psikologi lintas budaya adalah studi empiris pada anggota berbagai kelompok kebudayaan yang mempunyai perbedaan pengalaman yang mengarah pada tanda dan perilaku berbeda yang dapat diprediksi. mayoritas penelitian yang dilakukan adalah penelitian pada kelompok yang berbicara dengan bahasa yang berbeda dan diatur oleh unit politik yang berbeda ( Brislin, Lonner, Thorndike, 1973 ).

- penelitian tentang psikologi lintas budaya adalah berbagai macam tipe penelitian tentang perilaku manusia yang memperbandingkan antara dua atau lebih budaya yg ada ( Matsumoto, 1996 ).

- psikologi lintas budaya adalah studi tentang persamaan dan perbedaan fungsi psikologis individu dalam berbagai budaya dan kelompok etnis, serta hubungan antara variabel psikologis dan budaya sosial, ekologi, variabel biologi, serta perubahan variabel-variabel tersebut. ( Berry, 1992 )

Menurut Segall, Dasen dan Poortinga, psikologi lintas-budaya adalah kajian mengenai perilaku manusia dan penyebarannya, sekaligus memperhitungkan cara perilaku itu dibentuk dan dipengaruhi oleh kekuatan-kekuatan sosial dan budaya. Definisi ini mengarahkan perhatian pada dua hal pokok: keragaman perilaku manusia di dunia dan kaitan antara perilaku terjadi. Definisi ini relatif sederhana dan memunculkan banyak persoalan

Salah satu definisi konsep budaya adalah yang dikemukakan Koentjaraningrat (2002) yang mendefinisikannya sebagai seluruh total dari pikiran, karya, dan hasil karya manusia yang tidak berakar kepada nalurinya, dan yang karena itu hanya bisa dicetuskan oleh manusia sesudah proses belajar. Definisi tersebut mendominasi pemikiran dalam kajian-kajian budaya di Indonesia sejak tahun 70an, sejak buku ‘Kebudayaan Mentalitas dan Pembangunan’ diterbitkan. Koentjaraningrat (2002) memecahnya ke dalam 7 unsur, yakni sistem religi dan upacara keagamaan, sistem dan organisasi kemasyarakatan, sistem pengetahuan, bahasa, kesenian, sistem mata pencaharian hidup dan sistem teknologi dan peralatan. Ketujuh unsur itulah yang membentuk budaya secara keseluruhan

1.2 TUJUAN PSIKOLOGI LINTAS BUDAYA
Tujuan dari lintas-budaya psikolog adalah untuk melihat manusia dan perilakunya dengan kebudayaan yang ada sangat beragam dengan kebudayaan yang ada disekitar kita . untuk melihat kedua perilaku universal dan perilaku yang unik untuk mengidentifikasi cara di mana budaya dampak perilaku kita, kehidupan keluarga, pendidikan, pengalaman sosial dan daerah lainnya.

1.3 HUBUNGAN PSIKOLOGI LINTAS BUDAYA DENGAN PSIKOLOGI BUDAYA & ANTROPOLOGI
Hubungan Psikologi dan Budaya
Pada awal perkembangannya, ilmu psikologi tidak menaruh perhatian terhadap budaya. Baru sesudah tahun 50-an budaya memperoleh perhatian. Namun baru pada tahun 70-an ke atas budaya benar-benar memperoleh perhatian. Pada saat ini diyakini bahwa budaya memainkan peranan penting dalam aspek psikologis manusia. Oleh karena itu pengembangan ilmu psikologi yang mengabaikan faktor budaya dipertanyakan kebermaknaannya. Triandis (2002) misalnya, menegaskan bahwa psikologi sosial hanya dapat bermakna apabila dilakukan lintas budaya. Hal tersebut juga berlaku bagi cabang-cabang ilmu psikologi lainnya.

Hubungan psikologi dengan antropologi
Kategori yang sering digunakan untuk merujuk kelompok budaya adalah etnisitas dan bahasa. Sebuah kelompok etnik diposisikan sebagai satu kelompok budaya. Demikian juga masyarakat yang menggunakan bahasa khasnya sendiri diperlakukan sebagai satu kelompok budaya khusus. Asumsinya mendasarkan pada pendapat Jacques Lacan, yang menyatakan bahwa manusia terkungkung pada bahasa yang digunakannya. Bahasa adalah penentu budaya manusia. Dunia dipahami manusia dari kelompok budaya berbeda secara berbeda karena bahasa yang digunakan untuk memahaminya juga berbeda. Oleh karena itu orang minang, meskipun dilahirkan di luar Sumatera Barat, namun sepanjang ia dibesarkan dengan bahasa ibu bahasa minangkabau, maka ia semestinya dimasukkan dalam kelompok budaya minangkabau. Sebaliknya apabila dia dibesarkan dengan bahasa ibu bahasa jawa, maka semestinya ia dikelompokkan ke dalam kelompok budaya jawa, meskipun ibu bapanya orang minang. Lantas bagaimana bila ibu minang, bapak jawa dan sang anak dibesarkan dengan bahasa indonesia, apakah kemudian sang anak menjadi kelompok budaya indonesia dan tidak menjadi minang ataupun jawa?

Pada umumnya penelitian psikologi lintas budaya dilakukan lintas negara atau lintas etnis. Artinya sebuah negara atau sebuah etnis diperlakukan sebagai satu kelompok budaya. Dari sisi praktis, hal itu sangat berguna. Meskipun hal tersebut juga menimbulkan persoalan, apakah sebuah negara bisa diperlakukan sebagai satu kelompok budaya bila didalamnya ada ratusan etnik seperti halnya indonesia? Dalam posisi seperti itu, penggunaan bahasa nasional yakni bahasa indonesia menjadi dasar untuk menggolongkan seluruh orang indonesia ke dalam satu kelompok budaya.
Pada akhirnya tidak ada kategori kaku yang bisa digunakan untuk melakukan pengelompokan budaya. Apakah batas-batas budaya itu ditandai dengan ras, etnis, bahasa, atau wilayah geografis, semuanya bisa tumpang tindih satu sama lain atau malah kurang relevan.

Daftar Pustaka

Koentjaraningrat (2002). Kebudayaan Mentalitas dan Pembangunan. Jakarta : Gramedia
Matsumoto, D. (2002). Culture, psychology, and education. In W. J. Lonner, D. L. Dinnel, S. A.
Hayes, & D. N. Sattler (Eds.), Online Readings in Psychology and Culture (Unit 2, Chapter 5), (http://www.ac.wwu.edu/~culture/index-cc.htm), Center for Cross-Cultural Research, Western Washington University, Bellingham, Washington USA
Triandis, H.C. (1994). Culture and Social Behavior. New York : McGraw-Hill.
Etika Individual Pola Dasar Filsafat Moral. Karangan Drs. H. Burhanuddin,MM. Penerbit Rineka Cipta ISBN : 979-518-761-9 Tahun terbit 1997
http://mhikkyu.blogspot.com/2011/10/psikologi-lintas-budaya.html


Selasa, 20 Maret 2012

DAMPAK BURUK KEMACETAN TERHADAP KESEHATAN MENTAL

Nama : Ni Ketut Budiartini
Kelas : 2PA01
NPM : 14510946

Macet memang tidak dapat dihindarkan dari kota – kota besar di Indonesia. Terlebih lagi di ibu kota Jakarta, kemacetan seakan telah menjadi gaya hidup masyarakat, saat menuju dan pulang dari tempat kerja kemacetan selalu menjadi pemandangan yang harus dirasakan oleh masyarakat. Kemacetan menyebabkan polusi udara yang dapat berdampak buruk terhadap kesehatan fisik anda dan berdampak buruk pula terhadap kesehatan mental (fungsi otak).
Beberapa dampak macet bagi otak yang dikutip dari Buzzle, yaitu :
1. Penurunan kemampuan mental
Para ilmuwan di Belanda menuturkan terpapar asap kendaraan akibat macet selama 30 menit mengarah ke intensifikasi aktivitas listrik di otak. Hal ini bisa menyebabkan perubahan dan kerusakan perilaku serta kepribadian akibat kerusakan logika dan pengambilan keputusan serta tingkat stres yang tinggi. Paparan macet selama 90 hari sudah cukup untuk mengubah DNA.

2. Alzheimer, gangguan memori dan Parkinson
Peneliti di Boston mengungkapkan paparan asap knalpot dan partikel-partikel dari polusi bisa menyebabkan peradangan di bagian-bagian tertentu otak yang bisa memicu Alzheimer, gangguan memori dan Parkinson.

3. Masalah akibat karbon monoksida
Karbon monoksida bisa mengikat diri dengan hemoglobin sehingga mengurangi volume oksigen yang mencapai jantung dan otak, sehingga secara signifikan mempengaruhi fungsi otak dan refleks tubuh.

4. Intermittent Explosive Disorder
Psikolog menuturkan kondisi ini adalah ekspresi kemarahan yang ekstrem, salah satu penyebabnya akibat kemacetan di jalan. Hal ini bisa mempengaruhi kondisi tubuh secara menyeluruh termasuk otak.

5. Traffic Stress Syndrome
Situasi ini ditandai dengan beberapa gejala fisik seperti telapak tangan berkeringat, peningkatan denyut jantung, sakit kepala dan mual, sehingga mempengaruhi seseorang dalam mengambil keputusan.

6. Gangguan neuroplasticity
Polusi udara yang buruk secara signifikan menjadi penghalang asupan darah ke otak, korteks serebral dan sel glia di otak, yang semuanya bisa menyebabkan gangguan jangka panjang. Paparan polusi udara cenderung berdampak parah pada IQ anak-anak serta meningkatkan risiko epilepsi.

Semoga Pemerintah dapat segera mengatasi kemacetan di Jakarta.

Sumber Detikhealth

Minggu, 18 Maret 2012

PENGERTIAN KESEHATAN MENTAL

Nama : Ni Ketut Budiartini
Kelas : 2PA01
NPM : 14510946

A. PENGERTIAN KESEHATAN MENTAL

1. Menurut Dr. Jalaluddin bahwa:
“Kesehatan mental merupakan suatu kondisi batin yang senantiasa berada dalam keadaan tenang, aman dan tentram, dan upaya untuk menemukan ketenangan batin dapat dilakukan antara lain melalui penyesuaian diri secara resignasi (penyerahan diri sepenuhnya kepada Tuhan)”.
2. Menurut paham ilmu kedokteran :
Kesehatan mental merupakan suatu kondisi yang memungkinkan perkembangan fisik, intelektual dan emosional yang optimal dari seseorang dan perkembangan itu berjalan selaras dengan keadaan orang lain.
3. Zakiah Daradjat mendefenisikan bahwa mental yang sehat adalah terwujudnya keserasian yang sungguh-sungguh antara fungsi-fungsi kejiwaan dan terciptanya penyesuaian diri antara individu dengan dirinya sendiri dan lingkungannya berdasarkan keimanan dan ketakwaan serta bertujuan untuk mencapai hidup bermakna dan bahagia di dunia dan akhirat. Jika mental sehat dicapai, maka individu memiliki integrasi, penyesuaian dan identifikasi positif terhadap orang lain. Dalam hal ini, individu belajar menerima tanggung jawab, menjadi mandiri dan mencapai integrasi tingkah laku.

Dari beberapa defenisi yang telah dikemukakan di atas, maka dapat dipahami bahwa orang yang sehat mentalnya adalah terwujudnya keharmonisan dalam fungsi jiwa serta tercapainya kemampuan untuk menghadapi permasalahan sehari-hari, sehingga merasakan kebahagiaan dan kepuasan dalam dirinya. Seseorang dikatakan memiliki mental yang sehat, bila ia terhindar dari gejala penyakit jiwa dan memanfatkan potensi yang dimilikinya untuk menyelaraskan fungsi jiwa dalam dirinya.

GOLONGAN YANG KURANG SEHAT MENTALNYA
Golongan yang kurang sehat adalah orang yang merasa terganggu ketentraman hatinya. Adanya abnormalitas mental ini biasanya disebabkan karena ketidakmampuan individu dalam menghadapi kenyataan hidup, sehingga muncul konflik mental pada dirinya . Gejala-gejala umum yang kurang sehat mentalnya, yakni dapat dilihat dalam beberapa segi, antara lain:

1. Perasaan
Orang yang kurang sehat mentalnya akan selalu merasa gelisah karena kurang mampu menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapinya.
2. Pikiran
Orang yang kurang sehat mentalnya akan mempengaruhi pikirannya, sehingga ia merasa kurang mampu melanjutkan sesutu yang telah direncanakan sebelumnya, seperti tidak dapat berkonsentrasi dalam melakukan sesuatu pekerjan, pemalas, pelupa, apatis dan sebgainya.
3. Kelakuan
Pada umumnya orang yang kurang sehat mentalnya akan tampak pada kelakuan-kelakuannya yang tidak baik, seperti keras kepala, suka berdusta, mencuri, menyeleweng, menyiksa orang lain, dan segala yang bersifat negatif.
Dari penjelasan tersebut di atas, maka dalam hal ini tentunya pembinaan yang dimaksud adalah pembinaan kepribadian secara keseluruhan. Pembinaan mental secara efektif dilakukan dengan memperhatikan faktor kejiwaan sasaran yang akan dibina. Pembinaan yang dilakukan meliputi pembinaan moral, pembentukan sikap dan mental yang pada umumnya dilakukan sejak anak masih kecil. Pembinaan mental merupakan salah satu cara untuk membentuk akhlak manusia agar memiliki pribadi yang bermoral, berbudi pekerti yang luhur dan bersusila, sehingga seseorang dapat terhindar dari sifat tercela sebagai langkah penanggulangan terhadap timbulnya kenakalan remaja.
Pembentukan sikap, pembinaan moral dan pribadi pada umumnya terjadi melalui pengalaman sejak kecil. Agar anak mempunyai kepribadian yang kuat dan sikap mental yang sehat serta akhlak yang terpuji, semuanya dapat diusahakan melalui penglihatan, pendengaran, maupun perlakuan yang diterimanya dan akan ikut menentukan pembinaan pribadinya. Pembinaan mental/jiwa merupakan tumpuan perhatian pertama dalam misi Islam. Untuk menciptakan manusia yang berakhlak mulia, Islam telah mengajarkan bahwa pembinaan jiwa harus lebih diutamakan daripada pembinaan fisik atau pembinaan pada aspek-aspek lain, karena dari jiwa yang baik inilah akan lahir perbuatan-perbuatan yang baik yang pada gilirannya akan menghasilkan kebaikan dan kebahagiaan pada seluruh kehidupan manusia lahir dan batin .
Istilah "KESEHATAN MENTAL" di ambil dari konsep mental hygiene. Kata mental di ambil dari bahasa Yunani, pengertiannya sama dengan psyche dalam bahasa latin yang artinya psikis, jiwa atau kejiwaan. Jadi istilah mental hygiene dimaknakan sebagai kesehatan mental atau jiwa yang dinamis bukan statis karena menunjukkan adanya usaha peningkatan. (Notosoedirjo & Latipun,2001:21).

Zakiah Daradjat(1985:10-14) mendefinisikan kesehatan mental dengan beberapa pengertian :
1. Terhindarnya orang dari gejala - gejala gangguan jiwa (neurose) dan dari gejala - gejala penyakit jiwa(psychose).
2. Kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan diri sendiri, dengan orang lain dan masyarakat serta lingkungan dimana ia hidup.
3. Pengetahuan dan perbuatan yang bertujuan untuk mengembangkan dan memanfaatkan segala potensi, bakat dan pembawaan yang ada semaksimal mungkin, sehingga membawa kepada kebahagian diri dan orang lain; serta terhindar dari gangguan - gangguan dan penyakit jiwa.
4. Terwujudnya keharmonisan yang sungguh - sungguh antara fungsi - fungsi jiwa, serta mempunyai kesanggupan untuk menghadapi problem - problem biasa yang terjadi, dan merasakan secara positif kebahagian dan kemampuan dirinya.

Zakiah Daradjat
1. Kesehatan mental adalah terhindarnya orang dari gejala gangguan jiwa
(neurose) dan dari gejala-gejala penyakit jiwa (psichose). Definisi ini
banyak dianut di kalangan psikiatri (kedokteran jiwa) yang memandang
manusia dari sudut sehat atau sakitnya.
2. Kesehatan mental adalah kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan
dirinya sendiri, dengan orang lain dan masyarakat serta lingkungan tempat
ia hidup. Definisi ini tampaknya lebih luas dan lebih umum daripada
definisi yang pertama, karena dihubungkan dengan kehidupan sosial
secara menyeluruh. Kemampuan menyesuaikan diri diharapkan akan
menimbulkan ketenteraman dan kebahagiaan hidup.
3. Kesehatan mental adalah terwujudnya keharmonisan yang sungguhsungguh
antara fungsi-fungsi jiwa, serta mempunyai kesanggupan untuk
menghadapi problema-problema yang biasa terjadi, serta terhindar dari
kegelisahan dan pertentangan batin (konflik). Definisi ini menunjukkan
bahwa fungsi-fungsi jiwa seperti pikiran, perasaan, sikap, pandangan dan
keyakinan harus saling menunjang dan bekerja sama sehingga
menciptakan keharmonisan hidup, yang menjauhkan orang dari sifat raguragu
dan bimbang, serta terhindar dari rasa gelisah dan konflik batin.
4. Kesehatan mental adalah pengetahuan dan perbuatan yang bertujuan untuk
mengembangkan dan memanfaatkan potensi, bakat dan pembawaan yang
ada semaksimal mungkin, sehingga membawa kepada kebahagiaan diri
dan orang lain, serta terhindar dari gangguan dan penyakit jiwa.
5. Kesehatan mental adalah terwujudnya keserasian yang sungguhsungguh
antara fungsi-fungsi kejiwaan dan terciptanya penyesuaian
diri antara manusia dengan dirinya dan lingkungannya, berlandaskan
keimanan dan ketaqwaan, serta bertujuan untuk mencapai hidup yang
bermakna dan bahagia di dunia dan bahagia di akhirat.
Dalam buku lainnya yang berjudul Islam dan Kesehatan Mental,

Zakiah Daradjat mengemukakan, kesehatan mental adalah terhindar seseorang
dari gangguan dan penyakit kejiwaan, mampu menyesuaikan diri, sanggup
menghadapi masalah-masalah dan kegoncangan-kegoncangan biasa, adanya
keserasian fungsi-fungsi jiwa (tidak ada konflik) dan merasa bahwa dirinya
berharga, berguna dan bahagia, serta dapat menggunakan potensi yang ada
padanya seoptimal mungkin.

Mental yang sehat tidak akan mudah terganggu oleh Stressor (Penyebab terjadinya stres) orang yang memiliki mental sehat berarti mampu menahan diri dari tekanan-tekanan yang datang dari dirinya sendiri dan lingkungannya. (Noto Soedirdjo, 1980) menyatakan bahwa ciri-ciri orang yang memilki kesehatan mental adalah Memilki kemampuan diri untuk bertahan dari tekanan-tekanan yang datang dari lingkungannya. Sedangkan menurut Clausen Karentanan (Susceptibility) Keberadaan seseorang terhadap stressor berbeda-beda karena faktor genetic, proses belajar dan budaya yang ada dilingkungannya, juga intensitas stressor yang diterima oleh seseorang dengan orang lain juga berbeda .

Pada abad 17 kondisi suatu pasien yang sakit hanya diidentifikasi dengan medis, namun pada perkembangannya pada abad 19 para ahli kedokteran menyadari bahwa adanya hubungan antara penyakit dengan kondisi dan psikis manusia. Hubungan timbal balik ini menyebabkan manusia menderita gangguan fisik yang disebabkan oleh gangguan mental dan sebaliknya gangguan mental dapat pesatnya namun apabila ditinjau lebih mendalam teori-teori yang berkembang tentang kesehatan mental masih bersifat sekuler, pusat perhatian dan kajian dari kesehatan mental tersebut adalah kehidupan di dunia, pribadi yang sehat dalam menghadapi masalah dan menjalani kehidupan hanya berorientasi pada konsep sekarang ini dan disini, tanpa memikirkan adanya hubungan antara masa lalu, masa kini dan masa yang akan datang.

Gangguan Mental dapat dikatakan sebagai perilaku abnormal atau perilaku yang menyimpang dari norma-norma yang berlaku dimasyarakat, perilaku tersebut baik yang berupa pikiran, perasaan maupun tindakan. Stress, depresi dan alkoholik tergolong sebagai gangguan mental karena adanya penyimpangan, hal ini dapat disimpulkan bahwa gangguan mental memiliki titik kunci yaitu menurunnya fungsi mental dan berpengaruhnya pada ketidak wajaran Adapun gangguan mental yang dijelaskan.


Sumber : http://bpi-uinsuskariau3.blogspot.com/2010/12/pengertian-kesehatan-mental-dan-konsep.html

Minggu, 30 Oktober 2011

BERBAGAI PENELITIAN YANG BERKAITAN DENGAN PSIKOLOGI DAN INTERNET

A. KEPRIBADIAN: BETULKAH MENJADI PENENTU PEMILIHAN MEDIA?
Kepribadian adalah karakteristik dinamik dan terorganisasi dari seorang individu yang mempengaruhi kognisi, motivasi, dan perilakunya. Kepribadian bersifat unik dan konsisten sehingga dapat digunakan untuk membedakan antara individu satu dengan lainnya (Greenberg, 2003; Ryckman, 2004). Keunikan inilah yang menjadikan kepribadian sebagai variabel yang sering digunakan untuk menggambarkan diri individu yang berbeda dengan individu lainnya. Mengapa seseorang senang melakukan suatu perilaku tertentu sementara orang lainnya tidak senang? Mengapa seorang memilih menggunakan email sementara orang lainnya tidak sering, bahkan tidak mau menggunakannya? Extraversion dan Neuroticism adalah traits yang menjadi fokus pembahasan dalam teori-teori kepribadian. Eysenck Three Factors Model (Eysenck & Eysenck, 1991) dan Five Factors Model yang dikembangkan oleh Costa & McCrae (Costa & McCrae, 1992) mencantumkan kedua traits ini sebagai sentral dimensi kepribadian yang berada dalam dua kutub yang berlawanan. Di antara kedua traits ini, Eysenck mencantumkan psychoticism, sementara itu Costa dan McCrae mencantumkan
Conscientiousness, Agreeableness, dan Openness. Extraversion sangat erat hubungan dengan interaksi sosial dan sosiabilitas. Individu dengan kepribadian exstravert, pada saat berhubungan dengan orang lain akan mudah membangun hubungan sosial, suka mengambil kesempatan untuk berjumpa dengan orang lain, easy going, dan optimis. Sebaliknya introvert dikatakan sebagai sifat individu yang pendiam, menarik diri dari pergaulan sosial, 6 hati-hati dalam bertindak, suka membuat perencanaan yang relatif detil, dan tidak suka mengekspresikan emosi (Eysenck & Eysenck, 1991).
Neuroticism secara umum berhubungan dengan emosi internal individu. Neuroticism yang tinggi dikatakan sebagai pencemas, khawatir, kurang bisa mengontrol emosi, dan seringkali dikonotasikan dengan depresi. Sebaliknya orang yang neuroticism rendah menunjukkan sifat kalem, tidak temperamental, tidak mudah cemas (Eysenck & Eysenck, 1991).
Berkaitan dengan sifat kepribadian dan karakteristik email, kepribadian diduga mempengaruhi pemilihan media dalam berkomunikasi. Walaupun dimensi kepribadian yang dominan dikaitkan dengan penggunaan email adalah extraversion dan neuroticism, (Maldonado, et all., 2001; Amiel, 2002; Hamburger & Artzi, 2003; Witt & Burke, 2003; Mukahi & Corbitt, 2004) sebagian peneliti menghubungkan dimensi kepribadian yang lain dengan penggunaan email ini. Beberapa variabel kepribadian yang diteliti misalnya self efficacy (Eastin & LaRose, 2000), loneliness (Hamburger & Artzi, 2003; Engelberg & Sjoberg, 2004), emotional intelligence (Engelberg & Sjoberg, 2004), shyness, sociability (Birnie & Hovarth, 2002; McKenna, Green, dan Gleason, 2002). Untuk kepentingan analisis, kerangka teori kepribadian Big Five akan digunakan dalam mengelompokkan variabel-variabel ke dalam dimensi, yaitu extraversion, neuroticism, dan openness to experience. Pengelompokkan dilakukan dengan cara mengurai definisi dari setiap variabel. Apabila dalam satu naskah terdapat variabel yang berasal dari satu dimensi atau memiliki korelasi yang tinggi, maka salah satu variabel saja yang diikutkan dalam penelitian ini.

HIPOTESIS
1. Ada hubungan antara kepribadian extraversion dengan penggunaan email.
2. Ada hubungan antara kepribadian neuroticism dengan penggunaan email.
3. Ada hubungan antara kepribadian openness to experience dengan penggunaan email.

PROSEDUR PENELITIAN
1. Metode Pengumpulan Data
Lipsey & Wilson (2001) mengemukakan bahwa meta analisis adalah metode survey yang dilakukan terhadap data-data yang terdapat di dalam beberapa laporan penelitian. Meta analisis bertujuan untuk menyimpulkan, mengintegrasikan, dan menginterpretasikan data-data yang diperoleh dari riset terdahulu. Dengan demikian, di samping merupakan riset primer, data yang akan dianalisis melalui metode ini, harus mempunyai konstruk dan pola hubungan yang sama dan dapat dibandingkan satu dengan lainnya. 7 Meta analisis korelasi adalah deskripsi dari suatu distribusi korelasi beberapa penelitian menganai hubungan antara variabel bebas dan variabel tergantung (Hunter & Schmidt, 1990). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah hasil riset yang telah dilakukan mengenai hubungan antara kepribadian dengan penggunaan email dapat digunakan untuk memprediksi kedua variabel tersebut. Berbagai riset mengenai kepribadian yang dikaitkan dengan penggunaan email menggunakan dimensi yang berbeda. Dengan demikian sebelum pengumpulan data dilakukan, variabel-variabel penelitian perlu didefinisikan terlebiih dahulu. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara kepribadian dan penggunaan email. Variabel kepribadian yang akan diuji dalam penelitian ini adalah karakteristik inidividu yang sifatnya unik dan konsisten sehingga dapat digunakan untuk membedakan antara individu satu dengan lainnya, misalnya extravert/introvert, neuroticism, emotional stability, emotional intelligence, openness to experience, agreeableness, psychoticism, self efficacy, loneliness, shyness, dan sociability. Variabel penggunaan email meliputi perilaku menggunakan email, seperti misalnya lama waktu yang dihabiskan dalam menerima dan menulis email, jumlah dan panjang pesan yang dikirim, kecenderungan dalam memilih email dibandingkan dengan media komunikasi lain, dankeinginan untuk dapat menggunakan email sebagai media komunikasi yang tercermin dari kesediaan mengikuti pelatihan dan keterlibatan dalam tugas kolaborasi melalui komputer. Oleh karena riset ini bertujuan untuk melakukan analisis yang menggunakan pendekatan metaanalisis secara kuantitatif, maka naskah yang akan diambil datanya harus mencantumkan:
 Jumlah subjek (N)
 Salah satu dari nilai korelasi (r), F, atau t
 Bila item b tidak disertakan, maka naskah harus mencantumkan rerata skor (M) dan standar deviasi (SD).
Berdasarkan syarat-syarat tersebut di atas, dilakukan pengumpulan data dari berbagai jurnal yang dapat didownload melalui INFOTRAC, EBSCO, PROQUEST, ERIC, Tesis dan Disertasi yang diperoleh dari Networked Digital Library on Theses and Dissertations (NDLTD). Kata kunci yang digunakan bervariasi, misalnya computer mediated communication (CMC), email, internet, ICT, dan kata lain yang berhubungan dengan kepribadian seperti misalnya personality, extraveersion, Big Five, MBTI, introvert, shy, dan lonelliness. Dari langkah-langkah tersebut diperoleh sejumlah 16 naskah

2. Metode Analisis Data
Analisis data penelitian dilakukan melalui 5 tahap:
1. Manajemen Data. Beberapa riset yang telah dilakukan mengenai hubungan kepribadian dan penggunaan email tidak hanya menguji satu dimensi kepribadian saja, sehingga perlu dilakukan pengkodean (coding).
2. Pengkodean dilakukan dengan cara mengelompokkan data-data variabel kepribadian yang diperoleh. Dalam penelitian ini, dimensi kepribadian akan dikelompokkan menjadi 5 dimensi mengacu teori kepribadian Big Five (Costa, & McCrae, 1991). Acuan pengkodean ini berdasarkan pada kesamaan definisi atau korelasi yang konsisten sebagaimana dilaporkan pada riset-riset terdahulu.
3. Untuk data yang masih mengandung nilai F, t, atau d dikonversikan terlebih dahulu ke nilai r sehingga siap diperbandingkan.
4. Koreksi kesalahan sampel & Koreksi kesalahan pengukuran.

HUBUNGAN KEPRIBADIAN EXTRAVERSION DENGAN PENGGUNAAN EMAIL
Extraversion adalah dimensi kepribadian yang paling sering dihubungkan dengan penggunaan Internet (Engleberg & Sjoberg, 2004; Mukahi & Corbitt, 2004; Hamburger, 2005; dan Hertel, 2006). Dengan karakteristiknya yang suka berteman, supel, suka mencari stimulus dari luar dirinya, individu extravert diduga cenderung akan menggunakan media komunikasi email dalam berkomunikasi. Keberadaan email memberikan peluang yang lebih besar bagi individu extravert untuk mengembangkan hubungannya dengan orang lain. Sebelas penelitian mengenai hubungan extraversion ini dengan penggunaan email yang dipublikasikan dalam periode 1999-2006 melibatkan total subjek penelitian 2067 orang. Angka korelasi r yang dilaporkan sangat bervariasi berkisar dari 0,01 – 0,47. Nilai r = 0,01 dilaporkan oleh Witt & Burke ( 2003) yang melakukan penelitian pada karyawan pada perusahaan IT, sedangkan nilai r tertinggi (r = 0,47) dilaporkan oleh Emmons (2003) yang menguji hubungan antara kepribadian dengan penggunaan email ini pada anggota masyarakat umum.
Keragaman hasil penelitian yang dilaporkan ini menimbulkan pertanyaan mengenai pola
hubungan antara extraversion ini dengan penggunaan email. Dua koreksi dilakukan terhadap data yang diperoleh, yaitu koreksi pengambilan sampel dan koreksi pengukuran. Kesalahan dalam pengambilan sampel (sampling eror) adalah artefak yang paling banyak mencemari hasil penelitian. Hunter & Schmidt (1990) mengemukakan bahwa kesalahan sampling ini memberikan dampak tidak terstruktur dan sangat dipengaruhi oleh besarnya sampel. Oleh karena itu, koreksi terhadap kesalahan dalam pengambilan sampel ini penting untuk dilakukan terhadap data-data penelitian mengenai variabel yang sama sehingga diperoleh pola hubungan yang lebih konsisten mengenai variabelvariabel yang diuji. Koreksi terhadap kesalahan pengambilan sampel dalam penelitian dilakukan berdasarkan data-data yang terdapat di dalam tabel 3....
untuk selengkapnya dapat langsung mengunjungi sumber tulisan ini di
http://neila.staff.ugm.ac.id/wordpress/wp-content/uploads/2008/02/neila-jurnal-meta.pdf

B. PENGGUNAAN INTERNET SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI DALAM MENCIPTAKAN HUBUNGAN AKRAB
Kegiatan komunikasi begitu penting aplikasinya dalam kehidupan seharihari. Secara aplikatif, komunikasi memiliki banyak sekali bentuk. Dewasa ini, berkat makin majunya teknologi, komunikasi telah berkembang dan berubah bentuknya. Media-media komunikasi sudah makin maju, dan mampu memberikan pelayanan dan fungsi-fungsi yang lebih efektif dan efisien dalam berkomunikasi.
Salah satu media yang mampu melakukan hal ini adalah komputer. Melalui komputer, kini individu dapat mengakses internet. Internet adalah suatu jaringan yang memungkinkan individu-individu untuk saling berhubungan dan mengadakan kontak melalui komputer. Internet mampu mengatasi hambatan jarak dan waktu yang dahulu dirasakan untuk berkomunikasi. Sama seperti komunikasi secara langsung, diasumsikan bahwa komunikasi melalui internet juga dipengaruhi oleh faktor-faktor, seperti faktor-faktor individu.
Dari berbagai sumber, ditemukan pula terdapat faktor-faktor yaitu anonimitas, kesamaan, dan kecemasan pribadi yang dirasa berhubungan dengan komunikasi melalui internet. Sebagai suatu kegiatan komunikasi, komunikasi melalui internet juga memiliki banyak tujuan dalam aplikasinya. Salah satu tujuan tersebut adalah menjalin suatu hubungan dengan orang lain, atau yang disebut juga hubungan akrab. Hubungan akrab atau intimasi sendiri dapat dilihat dari adanya selfdisclosure serta rasa peduli dan sayang antar individu, dan merupakan salah satu wujud hasil dari kegiatan berkomunikasi.
Skripsi ini bertujuan untuk mengidentifikasi deskrpsi hubungan antara faktor-faktor baik faktor individu ataupun faktor lainnya terhadap komunikasi melalui internet. Skripsi ini juga bertujuan untuk mengetahui deskripsi hubungan antara komunikasi yang terjadi melalui internet dengan intimasi yang terbentuk.
Dalam mengumpulkan data, peneliti melakukan penelitian di warung internet di sepanjang jalan Babakan Raya, Kabupaten Dramaga. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dan dilakukan kepada 65 orang responden. Data yang digunakan dalam skripsi ini adalah data primer dan sekunder.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat beberapa faktor individu yang berhubungan dalam penggunaan internet sebagai media komunikasi. Hubungan tersebut terlihat dari deskripsi penggunaan aplikasi komunikasi di internet sebagai wujud penggunaan internet sebagai media komunikasi, dengan karakteristik individu, yakni jenis kelamin, pendidikan terakhir, dan pekerjaan pengguna internet. Selain itu, dari data yang telah dikumpulkan, diketahui bahwa sifat anonimitas pengguna internet tergolong tinggi dalam penggunaan internet sebagai media komunikasi, adapun tingkat kesamaan dan tingkat kecemasan komunikasi yang dirasakan pengguna internet diketahui tergolong rendah. Dilihat dari polanya, hasil data tingkat anonimitas, kesamaan, dan kecemasan komunikasi tersebut berhubungan dan berpotensi menjadi penyebab rendahnya tingkat penggunaan internet secara umum.
Hasil yang mengejutkan ditemukan dari hasil data mengenai hubungan akrab. Dalam penelitian, hubungan akrab dilihat dari tiga faktor, yakni keakraban, kepercayaan, serta kepedulian dan kasih sayang. Sehubungan dengan hasil sebelumnya, hasil data mengenai keterbukaan dan kepercayaan diketahui rendah, hal ini sesuai dengan teorinya dimana bila tingkat anonimitas tinggi, dan tingkat kesamaan rendah, dapat disimpulkan tingkat kontak dan interaksi melalui internet adalah rendah, sehingga tidak dapat menciptakan keterbukaan dan kepercayaan dari diri pengguna internet kepada orang lain, namun hasil tingkat kepedulian dan rasa sayang pengguna ternyata tergolong tinggi. Semua hasil tersebut ternyata sesuai dengan Henline (2006) yang menyatakan bahwa dalam berkomunikasi melalui internet, bisa terjadi apa yang disebut keakraban palsu, dimana keakraban palsu dapat timbul saat seseorang melakukan kontak atau interaksi melalui internet, dan merasakan keakraban, tapi tidak benar-benar mengenal siapa lawan bicaranya.
Sumber :
http://fema.ipb.ac.id/index.php/penggunaan-internet-sebagai-media-komunikasi-dalam-menciptakan-hubungan-akrab/

C. BENTUK KECANDUAN KOMPUTER DAN INTERNET BAGIAN 3
Pada internet dan komputer memberikan dampak buruk pada perilaku, baik secara langsung ataupun secara perlahan di kemudian hari. Laporan dari Leonard Holmes. PhD, dalam tahun yang sama menyebutkan rata-rata pengguna internet menghabiskan waktunya 19 jam perminggunya. Banyak penelitian lain juga menyebutkan bahwa mahasiswa menghabiskan waktunya 11 jam setiap minggunya untuk ber-online (Scherer, 1997). Masih terjadi perdebatan mengenai jumlah waktu yang ideal untuk menggunakan komputer dan internet sampai sekarang ini. Para ahli menyimpulkan bahwa tidak ada waktu yang disebut normal atau abnormal dalam penggunaan internet, hal ini sangat tergantung pada setiap individu, beberapa orang dapat bertahan lebih dari 5 jam setiap harinya di depan komputer namun tidak memberikan dampak-dampak buruk bagi individu tersebut, namun bagi beberapa orang lainnya online 7 jam setiap minggu justu terjadi peningkatan kompulsif untuk menggunakan internet secara intens meskipun dalam waktu yang singkat dalam seharinya.

Dibawah ini adalah beberapa cara mengatasi dan mencegah agar tidak bergantung ataupun kecanduan pada komputer dan internet:

1. Meskipun internet dan komputer memberikan pengaruh terhadap depresi, penyalahgunaan obatan-obatan, alkohol dan kecemasan. Lebih baik komputer dan internet tidak digunakan sebagai pelarian dari kondisi tersebut, ikutlah terapi penyembuhan terlebih dahulu agar tidak menjadi suatu kebiasaan atau teradiktif karenanya.
2. Bila menghadapi permasalahan dalam hubungan, amarah, dan stres gunakan coping skill dalam kehidupan nyata, berusahalah melakukan sesuatu hal dengan menyelesaikan permasalahan tersebut terlebih dahulu, gunakan internet hanya sebagai mencari tahu tips-tips yang bisa digunakan dalam kehidupan sehari-hari dan pilihlah website yang bisa dipercaya dalam memberikan solusi menghadapi permasalahan tersebut.
3. Mengikuti kegiatan-kegiatan sosial dan kemasyarakatan dalam kehidupan sehari-hari akan lebih nyata dibandingkan didapat di internet, dukungan dan support secara langsung atau dukungan moril akan mudah didapat dalam kehidupan nyata, disamping itu, berhubungan atau melakukan kontak sosial secara langsung akan mengatur perilaku individu sesuai dengan norma dan batasan yang berlaku di dalam masyarakat dan hal ini berbeda jauh dengan aturan-aturan di cyberspace.
4. Jangan melakukan registrasi pada jenis website yang sama. Tidak perlu melakukan registrasi pada website social networking (seperti Facebook, Twitter, Myspace, dll) yang mempunyai fitur dan fasilitas yang mirip bila tidak perlu. Website-website tersebut akan mengikat Anda untuk terus melakukan online.
5. Sebelum melakukan online, tentukanlah tujuan terlebih dahulu, tentukan batas waktu yang kira-kira akan terpakai, misalnya tujuan Anda online untuk mengecheck email dan kira-kira membutuhkan waktu 15-20 menit, maka Anda tidak perlu melakukan surfing hingga melebih batas waktu tersebut, banyak individu kesulitan mengontrol perihal ini, kebanyakan mereka mengatakan akan online beberapa menit, tetapi menghabiskan waktu berjam-jam lamanya.
6. Komputer masih menyala dan melakukan online, rasanya sangat sulit untuk berhenti. Terlalu banyak hal-hal yang ingin dan belum dilakukan, seperti pekerjaan yang tidak akan terselesaikan, Anda bisa mengatur waktu pemakaian komputer untuk turn off dengan sendirinya, atau berhenti koneksi internet setelah settingan waktu yang Anda inginkan.
7. Lakukan aktivitas tertentu bila Anda merasa bosan, jadikanlah komputer sebagai alternatif terakhir sebagai sarana penghibur. Olahraga, mengikuti kerja sosial, mengunjungi orang sakit, aktivitas lain yang melibatkan atau berhubungan dengan orang lain dapat dilakukan dan lebih bermanfaat dalam meningkatkan kecerdasan intra-interpesonal.
Dari semua penjelasan yang ada, dan yang terpenting dari semua itu, penggunaan komputer yang tidak sehat yaitu apabila menganggu keseimbangan antara kehidupan nyata dan dunia cyberspace, artinya individu harus mampu mengontrol dorongan-dorongan untuk beronline, tidak mempengaruhi kehidupan cyberspace dalam perilaku kesehariannya, individu mampu menyelesaikan tugas-tugas kesehariannya tanpa terganggu dari dorongan impuls untuk berinternet.
http://www.psikologizone.com/bentuk-kecanduan-komputer-dan-internet-bagian-3/06511334

D. FACEBOOK, KESEHATAN, KEPRIBADIAN & HUBUNGAN
Laju kencang pertumbuhan Facebook semakin tidak tertahan. socialbakers.com merilis data terbaru bahwa situs social media tersebut sudah menembus angka 700 juta orang pengguna. Sebuah angka yang tidak dimiliki oleh situs lain di dunia ini. Tampaknya semakin banyak pengguna internet yang terlibat dalam kegiatan ber-Facebook-an. Bahkan disinyalir ada anak-anak yang semestinya belum diperbolehkan menggunakan Facebook telah terdaftar di situs tersebut, baik dengan membuat sendiri akun mereka maupun melalui pertolongan teman atau orang tua.
Tidak disangsikan lagi, kini sebagian besar waktu pengguna internet tersita karena mengunjungi situs Facebook. Tentunya selalu ada dampak positif dan negatif dari kegiatan tersebut. Baru-baru ini sebuah info grafis menunjukkan beberapa akibat negatif dan positif dari kegiatan ber-Facebook-an. Coba kita lihat apa saja isi info grafis tersebut yang merupakan kumpulan dari berbagai penelitian yang dilakukan terhadap Facebook.
Facebook, Kesehatan, dan Kepribadian
Facebook dapat meningkatkan kepercayaan diri. Kepercayaan diri tergantung seberapa besar jumlah teman yang anda miliki dalam jalur pertemanan anda. Jika teman anda sedikit, rasa percaya diri anda mungkin tidak sebesar mereka yang memiliki teman yang sangat banyak, namun teman yang sedikit tersebut membuat interaksi anda lebih akrab. Teman yang sedikit membuat hubungan anda dengan teman lebih intim dibandingkan dengan mereka yang memiliki teman yang banyak.
Jika teman anda banyak, kepercayaan diri anda akan semakin meningkat karena adanya dukungan sosial yang sangat banyak di belakang anda, misalnya jika anda tengah merasa sedih, bingung dan sebagainya dan anda update di Facebook Anda akan banyak sekali dukungan, rasa simpati yang diberikan oleh teman anda sehingga anda cepat-cepat bangkit. Namun teman yang sangat banyak ini membuat hubungan pertemanan anda menjadi dangkal karena tidak mungkin semua teman anda bisa anda layani dengan intim.
Dampak Facebook terhadap kesehatan tentu saja bergantung seberapa sering anda berada di sana atau melakukan kegiatan di sana. Makin sering, kemungkinan dampak negatifnya kesehatan anda semakin besar. Dampak negatif bagi anda karena terlalu sering ber-Facebook-an adalah sebagai berikut.
1. Stress karena takut kehilangan update terbaru atau informasi terbaru dari teman-teman anda.
2. Stress karena takut menghapus seseorang teman yang berada di jalur pertemanan anda.
3. Adanya tekanan untuk menjadi seorang yang humoris dan menarik.
4. Stress yang diperoleh dari komentar terhadap status yang dilakukan.
5. Khawatir terhadap kemungkinan untuk terkoneksi kembali dengan orang yang ingin anda hindari.
6. Stress terhadap tindakan teman yang agresif.
7. Stress terhadap pencapaian yang diraih oleh teman anda, misalnya karier, kunjungan ke luar negeri, gelar yang diperoleh, serta kehidupan yang kaya dan mewah yang dipampang di Facebook anda.

Facebook, Hubungan, dan Kecemburuan
Kegiatan ber-Facebook-an juga bisa berdampak kepada hubungan bahkan bisa menimbulkan kecemburuan.
1. Menghabiskan waktu terlalu banyak di Facebook bisa membuat hubungan anda dengan pasangan anda berada dalam tahap mengkhawatirkan. Apalagi bila anda sering membuat komentar atau status yang berbau-bau cinta atau mesra. Hal ini akan membuat pasangan anda aware dengan hal ini dan bisa saja membuat hubungan anda kandas. Indikasi ini pernah dipublikasikan di AS dimana dalam 5 perceraian yang terjadi, satu di antaranya diakibatkan oleh Facebook.
2. Status yang anda buat di Facebook dapat dilihat oleh publik, termasuk pasangan anda. Terkadang untuk tujuan tertentu, seseorang mengubah-ubah statusnya. Hal ini bisa saja menyebabkan pasangan anda tidak senang karena mungkin saja ia curiga dengan tujuan anda mengubah status tersebut. Misalnya anda mengubah status “Married” anda menjadi “Single”. Tentu saja hal ini bisa menimbulkan pertanyaan bagi pasangan anda dan akan menanyakan motivasinya sehingga bisa membuat hubungan anda menjadi kacau.
3. Komentar teman anda terhadap kegiatan, update status atau sesuatu yang anda posting (link) di Facebook bisa saja sangat personal dan bisa membuat pasangan anda menjadi cemburu.
Untuk mengatasi masalah tersebut di atas anda disarankan untuk melakukan beberapa hal berikut ini :
1. Mengurangi kunjungan anda ke Facebook, biasanya anda selama 12 jam di Facebook coba kurangi menjadi 6 atau hanya 2 jam.
2. Komunikasi adalah hal yang sangat penting. Berkomunikasilah lebih intensif dengan pasangan anda terhadap sesuatu masalah yang ditimbulkan oleh keberadaan anda di Facebook.
3. Jika ada sesuatu di profil anda yang membuat pasangan anda cemburu, perbaiki profil tersebut sampai ia tidak lagi keberatan sehingga anda bisa menghilangkan masalah.
4. Banyak sekali update status teman yang sebenarnya hampir-hampir tidak terlait dengan anda, misalnya tag berupa penjualan barang online serta teman yang terlalu ofensif memberikan banyak link atau segala macam penawaran, dan foto-foto narsis yang berlebihan. Anda bisa menghindari hal ini dengan melakukan block terhadap teman anda ini agar anda terbebas dari stress berkepanjangan.
5. Edit pengaturan privasi anda agar mantan pacar, mantan suami, atau mantan istri anda tidak bisa seenaknya memposting di wall anda sehingga menimbulkan kecemburuan pasangan anda yang baru.
6. Berhati-hatilah dalam memposting sesuatu di Facebook karena dampaknya tidak langsung anda rasakan, tapi mungkin di masa depan.

Disarikan dari : www.allfacebook.com

Sumber :
http://teknologi.kompasiana.com/internet/2011/06/04/facebook-kesehatan-kepribadian-hubungan/

Kamis, 20 Oktober 2011

INTERNET SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI

A. HAKIKAT MEDIA

Hakekat media dalam lateral ilmu komunikasi adalah yang digunakan sebagai alat (channels) untuk menyampaikan pesan (message) dari komunikator/sumber kepada audience/komunikan. Pada penggunaan penyampaian pesan medium dikatakan sebagai medium komunikasi personal atau nirmassa jika medium tersebut digunakan untuk menyampaikan pesan interaksi secara antar personal atau personal ke sekelompok massa. Ciri dari medium ini adalah penyampaian pesannya secara langsung timbal balik, tidak tertunda feedback-nya. Sementara suatu medium dikatakan sebagai medium massa 7 jika medium tersebut digunakan sebagai penyampai pesan-pesan massal untuk khalayak banyak.
Pada penggunaan penyampaian pesan dan penerimaan pesan, peran ini nampak pada fasilitas E-mail dan IRc yang memberikan pelayanan untuk dapat menghubungkan dua atau lebih person/peserta komunikasi melalui pesan yang dikirim secara elektronik. Pada fasilitas e-mail internet menjadi perantara komunikasi melalui teks berformat surat antar dua person (secara interpersonal). Sifat komunikasi melalui fasilitas e-mail ini bersifat komunikasi asynchronous artinya komunikasi dengan penundaan karena data pesan yang disampaikan tidak sinkron dan harus melalui penyimpanan serta rute transmisi yang relatif singkat untuk sampai kepada alamat yang dituju. Rute yang dimaksud disini adalah proses pengiriman pesan melalui komputer pengirim yang diteruskan oleh jaringan transmisi hingga diterima sekaligus penyimpanan pesan pada komputer penerima.
Untuk fasilitas internet relay chat, komunikasi yang dilakukan adalah mirip dengan komunikasi melalui telepon. Pada kaitan ini IRc berfungsi sebagai media yang membawa pesan percakapan berbentuk teks dari pengirim pesan (komunikator) kepada penerima pesan yang dituju (komunikan). Kategori komunikasi melalui IRc ini disebut sebagai synchronous communications artinya proses transfer pesan secara sinkron dan langsung, antara dua atau lebih tempat yang diselingi jeda waktu singkat. Sifat dari komunikasi melalui media IRc ini bisa antara dua person atau person dengan banyak person lainya yang tergabung dalam channel. Pesan yang disampaikan dalam IRc bisa bersifat terbuka jika peserta komunikasinya adalah sekelompok orang, namun juga bisa bersifat pribadi bila peserta komunikasinya hanya terdiri dari dua person saja. Pada fasilitas WWW, fasilitas ini lebih berfungsi sebagai perpustakaan global yang berorientasi untuk kepentingan publik. Data informasi dalam fasilitas tersebut ibarat sebuah perpustakaan lengkap yang berisi informasi variatif. Pada dunia pendidikanpun informasi dalam www membawa implikasi penyediaan berbagai literatur akademik dan publisitas akademik , bahkan kini internet mampu memberi fasilitas untuk penggunaan pendidikan jarak jauh (virtua education). Untuk informasi yang bersifat menghibur dalam fasilitas www bentuknya lebih variatif dalam berbagai teks, citra, audio dan video.
Hiburan yang ditampilkan berada dalam situs-situs yang khusus untuk mengeksposure berbagai macam hiburan seperti yang terdapat dalam situs-situs yang menampilkan jokes atau lelucon, serta trailer hingga full cinema Dari ketiga fasilitas yang terdapat dalam internet, dapat disimpulkan bahwa internet sebagai medium komunikasi, memiliki kemampuan sebagai medium komunikasi interpersonal yang mampu menghubungkan interaksi antara dua orang atau lebih melalui pesan yang bersifat pribadi ataupun terbuka. Tidak berhenti di situ saja syarat-syarat untuk menjadikan internet sebagai suatu medium massapun mampu dipenuhi oleh internet dengan berbagai fungsi yang mampu dilakukan. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa media internet masuk dalam lingkup dua bentuk medium komunikasi (interpersonal dan massa). Sehingga predikat multifaced medium tidak saja berarti sebagai medium yang beraneka rupa, namun medium yang mampu membawa pesan secara interpersonal maupun massa.

B. KOMUNIKASI BERMEDIA INTERNET

Secara rinci komunikasi bermedia internet dalam proses penggunaannya dapat diuraikan:
1. Aktivitas dan proses Komunikasi bermedia internet meliputi :
 Menciptakan pengertian dengan menulis “surat” melalui E-mail, menuliskan kata-kata pada waktu yang sama dalam komunitas Chatting, serta menciptakan web sites melalui penciptaan file multimedia.
 Menyebarkan pengertian melalui komunikasi point to point (Email), dan komunikasi point to multi point (IRc, Web site).
 Merasakan arti dalam teks dan multimedia pada web sites, e-mail dan IRC.
 Berpartisipasi dalam forum untuk berkomunikasi yang merupakan awal penjelajahan karakteristik komunitas seperti tujuan bersama, norma-norma dan tradisi.

2. Level dan konteks komunikasi bermedia internet
Meskipun dalam aktivitas dan proses komunikasi bermedia internet adalah pertukaran data melalui komputer namun tetap melibatkan manusia sebagai pemberi konteks atau situasi pada aktivitas dan process komunikasi tersebut, yang meliputi konteks individual, group, organisasi, massa dan sosial. Pada level individual, pengguna menggunakan internet tools untuk mencari dan menerima informasi dan berkomunikasi dengan pengguna lain. Electronic mail adalah fasilitas yang paling banyak digunakan pada level ini. Pada tingkatan di atasnya yaitu level group communications, Electronic mail masih tetap digunakan dalam bentuk listserver atau mailng list serta penggunaan IRc. Tingkatan komunikasi massa adalah fasilitas broadcast on line yaitu Web sites identik dengan komunikasi di level ini.

3. Prespektif lintas budaya
Karena karakteristik yang mampu melintas jarak dan batas benua, maka dimungkinkan komunikasi bermedia internet akan memiliki fenomena terjadinya pertukaran antar budaya. Dalam penggunaanya user internet akan menjadi semakin bertambah partisipasinya dalam pertukaran budaya dan penghubung pertukaran budaya itu sendiri. Melakukan komunikasi menggunakan internet, beberapa literatur membedakannya menjadi dua jenis komunikasi yaitu, asynchronous dan synchronous communication serta on line broadcast communications. Asynchronous communication adalah komunikasi melalui media internet dengan pengirim dan penyampai pesan dalam berinteraksi tidak berada pada kedudukan tempat dan waktu yang sama, namun pesan tetap sampai pada tujuan/sasaran (penerima). Jenis komunikasi ini diwakili oleh fasilitas electronic mail. Dalam melakukan komunikasi melalui e-mail antara pengirim pesan dengan penerima pesan kemungkinan besar tidak berada pada tempat dan waktu yang bersamaan. Pesan yang dikirim harus melalui suatu rute transmisi sebelum sampai pada alamat penerima. Dengan demikian pesan tidak langsung sampai tapi mengalami jeda waktu yang relatif singkat dengan ukuran maksimal dalam ukuran jam. Sedangkan synchronous communication adalah komunikasi melalui internet dengan interaksi yang bersamaan waktunya. Jenis komunikasi bermedia internet ini diwakili oleh fasilitas Internet Relay Chat. Komunikasi ini menggunakan kata-kata sebagai pesan yang disampaikan dan diterima seketika seolah-olah sebagai percakapan dan sama dengan komunikasi interpersonal.
On line broadcast communication merupakan istilah komunikasi yang dilakukan melalui fasilitas web. Meskipun bentuknya berbeda dengan materi dan fisik media broadcast klasik lainnya, namun web memiliki syarat untuk menjadi media massa yaitu memiliki unsur universalitas dan periodisasi. Perbedaan komunikasi bermedia internet dengan tipe komunikasi lainnya adalah komunikasi on line bersifat tidak tetap dan sesaat serta fleksibel artinya secara mudah dapat berinterkasi dengan user lain pada waktu tertentu, kemudian pada lain waktu tidak pernah berhubungan lagi. Sedangkan tipe komunikasi selain on line adalah memerlukan pertemuan dan kehadiran secara fisik, yang memungkinkan terjadinya perjumpaan secara kontinyu atau berkelanjutan.

C. PROSES KOMUNIKASI BERMEDIA INTERNET
1. Proses Komunikasi Fasilitas E-mail
Pesan yang disampaikan dalam e-mail menggunakan kata-kata/huruf yang ditulis dalam e-mail client melalui folder compose untuk pengiriman dan mail box 10 / in box untuk penerimaan pesan. Pada pengiriman pesan melalui e-mail prosesnya relatif cepat dalam hitungan minimal detik hingga maksimal jam. Relatif di sini bergantung pada server serta hardware komputer dan internet yang digunakan untuk proses pengiriman melalui rute secara mekanis internet. Selama proses pengiriman pesan yang berupa kata-kata/huruf tersebut akan dirubah dalam bentuk datagram. Sebelum datagram (berupa pesan) tersebut sampai pada penerima akan dirubah dulu menjadi kata-kata/huruf sehingga dapat dibaca melalui folder mail box / in box. Secara fisik kata-kata dalam pesan yang berupa huruf-huruf akan diberi makna oleh penerima sesuai dengan persepsinya. Pesan e-mail yang berupa katakata dalam tulisan tentunya tidak memiliki intonasi ataupun suara sehingga makna denotatifnya terbatas. Pengkayaan makna dilakukan melalui gaya bahasa dan penggunaan tanda baca.

2. Proses Komunikasi Fasilitas internet relay chat
Pada penggunaan IRc, seorang user membutuhkan suatu IRC client sekaligus softwarenya. Biasanya Internet Service Provider telah menyediakannya. Software klien IRc yang digunakan dalam windows adalah menggunakan mIRc. Untuk dapat bergabung dengan pengguna lain, maka user akan menggabungkan diri dengan salah satu server IRc lainnya. Setelah bergabung ke dalam satu server maka user akan bergabung dengan suatu channel untuk dapat bercakap dengan orang lain. Bahasa yang digunakan dalam channel umumnya menggunakan bahasa Inggris. Sementara perintah-perintahnya menggunakan beberapa karakter sebagai alat pengiring atau perintah dalam channel . Pada fasilitas IRc pengirim pesan maupun penerima pesan umumnya menggunakan nama samaran sebagai identitas mereka dalam berinteraksi. Meskipun begitu tak jarang menggunakan nama asli mereka. Nama samaran disini identik dengan nama identitas dalam komunikasi menggunakan media radio amatir.
Pesan yang disampaikan oleh para pengguna/user dalam komunikasi via IRc adalah juga menggunakan kata-kata/huruf seperti dalam E-mail, sehingga pengkayaan makna tergantung pada persepsi masing-masing user. Bedanya dengan dengan fasilitas E-mail, gaya bahasa dalam IRc menggunakan gaya bahasa gaul, lebih bebas dan tidak formal.

3. Proses Komunikasi fasilitas web browser
Web browser sebagai salah satu fasilitas dalam internet, menampilkan bentuknya dengan berbagai macam informasi kepada user atau penggunanya. Web digunakan sebagai medium dengan fasilitas multi media, yang tidak saja memberikan tampilan tulisan/teks ataupun grafis/gambar semata tetapi juga citra bergerak/video dan audio, bahkan kini web dapat digunakan sebagai sarana mengakses televisi, radio ataupun telephone. Web umumnya dipergunakan sebagai sarana penyampai informasi secara umum, mulai informasi tentang berbagai kategori human interest, berita seketika (straight news) hingga berita harian (daily news). Khusus web jenis penyampai berita selalu berubah penampilan dan isi pesannya setiap hari. Web ini disebut sebagai “webcaster” sebagai sinonim dengan layanan sejenis pada media komunikasi klasik Pada 11 eksposure-nya, isi pesan yang dibawa web tidak pernah dibatasi oleh waktu maupun isi pesannya, namun untuk sampai pada massa/khalayak atau penggunanya tergantung kepada keaktifan, ketertarikan dan kebutuhan informasi khalayak atau pengguna tersebut.

Web dalam perfomance-nya terdiri atas homepage dan sites. Homepagemerupakan halaman muka dari suatu situs atau web sites, yang berisi berbagai menu pilihan atau icon-icon link penunjuk berbagai informasi yang ada dalam web sites tersebut. Sedangkan sites adalah halaman isi atau isi detail informasi dalam web sites. Homepage digunakan sebagai sarana identitas, greetings atau welcome aboard dari pemilik (author) web sites (bisa lembaga atau perorangan). Dalam homepage lazim terdapat isi menu (main menu) serta link atau kaitan dengan sitessites lainnya. Pada aplikasinya seorang pengguna/user ketika membuka suatu web untuk mencari informasi tertentu, umumnya tidak langsung menuju pada alamat (http) web bersangkutan, tetapi memulai dari situs pencari (search engine) dahulu. Search engine inilah yang digunakan sebagai sarana pencarian situs tertentu melalui fasilitas query dan boelan. Dari hasil pencarian (result) situs search engine tersebut (biasanya terdapat berbagai pilihan) barlah user memilih salah satu alternatif web sites yang diinginkan. Untuk pencarian informasi dari web sites yang sudah dikenali atau diketahui alamtnya, maka pengguna akan langsung menuliskan alamat yang sudah dikenali tersebut. Fenomena ini biasanya berlaku pada pencarian informasi berita yang berada pada situs-situs publikasi koran on line atau webcaster (detik.com, kompas on line dan sebagainya).

4. Unsur-unsur Komunikasi Dalam Komunikasi Bermedia Internet
 Unsur Komunikasi Dalam Fasilitas E-mail
Pada komunikasi e-mail tidak ada sumber pesan, dalam pengertian bahwa pesan dalam e-mail merupakan peng-ejawantahan needs motif interaksi dan korespondensif dari pengirim pesan yaitu : “sender”. Artinya aktifitas proses komunikasi dalam fasilitas e-mail didahului atau didorong oleh motivasi dan kebutuhan untuk mengekspresikan dan meng-eksistensikan diri melalui pengiriman dan penerimaan pesan untuk berinterkasi. Bentuk e-mail sendiri terdiri atas dua jenis e-mail yang didasarkan pada keperluan atau kepentingan interaksi yang diinginkan, yaitu e-mail person to person (poin to point) merupakan e-mail dari satu orang ke satu orang lainnya, serta e-mail dalam bentuk kelompok (point to multi point) merupakan e-mail dari satu orang ke sekelompok orang dan sebaliknya. Jenis yang kedua ini disebut juga sebagai e-mail groups (egroups )atau mailing list. Penerima pesan dalam komunikasi melalui e-mail adalah “recipient” Recipient tidak langsung dapat menerima pesan yang dikirim kepadanya bila tidak dalam kondisi on line. Pesan yang dikirim kepada recipient akan melalui rute dan membutuhkan waktu dalam hitungan detik hingga jam. Bila tidak berada pada waktu yang tepat ( on line ) maka pesan tidak langsung diterima. Feedback dari penerima pesan akan terjadi bila terdapat motivasi dari penerima pesan untuk melakukan pengiriman pesan balik ( reply ). Bila ini terjadi maka penerima pesan akan berubah peran (switching role) menjadi sender dan pengirim pesan berubah peran menjadi recipient. Berkaitan dengan pesan yang dikirimkan, karena berbentuk surat, maka alur bahasa yang digunakan bersifat formal dan berbatas pada penggunaan katakata dalam huruf-huruf. Karena menggunakan kata dalam huruf atau teks maka pemahaman terhadap penerimaan pesan tergantung pada “ keterbacaan” (pengertian tulisan dalam satu wacana), dan “diksi” (pilihan kata). Singkatnya dalam efektivitas penyampaian pesan antara sender dan recipient akan tergantug pada prinsip-prinsip semantik. Isi pesan dalam e-mail cenderung tidak memiliki makna yang penting (urgent), tertapi terbatas pada penyampaian informasi untuk keperluan interaksi informatif dan korepondensif. Isi pesan yang bersifat seperti itu adalah sebagai konsekuensi dari sifat asynchronous communications yang dimiliki fasilitas email sehingga umumnya sender tidak mau mengambil resiko terhadap ketidaktepatan (waktu) “sampainya” atau diterimanya pesan oleh penerima pesan. Ketidaktepatan waktu sampainya pesan adalah juga merupakan bagian dari hambatan dalam proses komunikasi menggunakan e-mail. Hambatan pokok secara umum adalah hambatan mekanis internet yang berupa disconnect atau server down. Server down atau disconnect merupakan tidak tersambungnya atau tidak terkoneksinya komputer sebagai medium dengan jaringan internet yang tidak memungkinkan penggunaan atau akses fasilitas e-mail. sedangkan hambatan lain dapat disebabkan adanya kesalahan persepsi dan pemberian makna pada pesan yang diterima karena tidak terdapatnya petunjuk para linguistik ataupun petunjuk prosemik ( tinjauan psikologis ). Dari pandangan ilmu komunikasi hambatan yang terjadi akan berorientasi pada konteks verbal atau pemahaman bahasa antara satu orang dengan orang lainnya, kemudian orientasi penggunaan kata sebagai simbol atau peta mental terhadap kata yang berbeda beda pada diri setiap orang meskipun memiliki kesamaan semantik. Orientasi hambatan yang ketiga adalah terletak pada tingkat abstraksi atau daya abstraksi (penyesuaian kata dengan melihat situasi. kondisi dan etika) terhadap satu wacana dalam penggunaannya

 Unsur Komunikasi Dalam Fasilitas Internet Relay Chat.
Komunikasi melalui fasilitas IRc membutuhkan syarat antara pengirim pesan dan penerima pesan masing-masing berada pada kondisi on line, sehingga jenis Komunikasi melalui IRc adalah bersifat synchronous communications (komunikasi sinkronis) yaitu antara pengirim dan penerima pesan berada pada waktu yang sama dalam aktivitas komunikasinya. Dengan kondisi seperti itu komunikasi menggunakan faslitas IRc memungkinkan terjadinya proses komunikasi interaktif yang tinggi (reciprocal) sehingga antara pengirim dan penerima pesan akan saling bertukar peran ( switching role ) secara bergantian. Meskipun bersifat synchronous communications dan memiliki kemiripan dengan komunikasi interpersonal, namun umumnya komunikasi dengan IRc terjadi dalam satu kelompok pengguna dalam suatu channel. Komunikasi yang terjadi dapat bersifat person dengan person atau person dengan beberapa person atau juga person dengan kelompok dalam channel tersebut. Dengan demikian komunikasi melalui fasilitas IRc dapat juga dikategorikan pula sebagai komunikasi kelompok.
Pengirim pesan dalam komunikasi IRc adalah “communicator” (komunikator) sedangkan penerima pesannya adalah “receptor” (reseptor) atau “communicant” (komunikan). Komunikator dan komunikan diidentifikasi sebagai person - person yang membutuhkan dan memiliki motif – motif untuk berinteraksi dan bersosialisasi. Motif - motif yang dimiliki komunikator dan komunikan memiliki kesamaan dengan motif - motif sender dalam e-mail tetapi berbeda
dalam sifatnya. Bila sender dalam e-mail lebih cenderung bersifat korespondensif sedangkan komunikator dalam IRc bersifat untuk sosialisasi, pergaulan dan
hiburan.
Alih peran (switching role) yang reciprocical dalam komunikasi melalui IRc menyebabkan penentuan siapa komunikator dan komunikan relatif sulit dilakukan. Identifikasi termudah dapat dilihat dari person yang baru memasuki suatu channel, person tersebut dipastikan sebagai komunikator karena pengenalan diri (memberi salam / ijin masuk dalam pembicaraan dalam channel bersangkutan) yang dilakukan pada waktu memasuki channel tersebut. Feedback dalam bentuk response (respon) dari komunikan yang diterima oleh komunikator dalam bentuk sapaan, jawaban atau kata - kata pergaulan lainnya merupakan pesan feedback yang menjadikannya beralih fungsi menjadi komunikan atau reseptor. Komunikator dalam fasilitas IRc dapat mengirimkan pesan yang berlainan kepada komunikan lain, yang mungkin saling berbeda tempatnya atau berbeda channelnya dalam waktu yang hampir bersamaan. Sehingga komunikator dalam komunikasi melalui IRc juga menjadi komunikan dari berbagai lawan bicara yang saling berlainan tempat dan channel-nya. Hubungan antara komunikator dan komunikan dalam komunikasi melalui fasilitas IRc umumnya merupakan person - person yang belum saling mengenal (unknown person). Orientasi yang berada pada unknown person dan tingkat kepercayaan yang rendah ini sering mengakibatkan putusnya kontinyuitas proses komunikasi dalam interkasi melalui IRc. Kondisi ini juga mempengaruhi keterbukaan dalam proses komunikasi yang cenderung lebih tertutup, sehingga berpengaruh pada isi pesan yang disampaikan / dikirimkan. Walaupun cenderung tertutup sifat komunikasinya namun tidak mempengaruhi intimacy atau keakraban pada masing - masing peserta komunikasi yang menggunakan bahasa dan etika pergaulan untuk bersosialisi. Isi pesan dalam komunikasi melalui IRc umumnya merupakan pesan - pesan penjajakan terhadap masing - masing peserta komunikasi serta penawaran untuk melakukan interaksi. Kata-kata ( dalam huruf ) yang merupakan pesan dalam IRc merupakan stimulus sekaligus ekspresi dari pengirim pesan. Pengolahan kata yang menarik dalam “keterbacaan” dan “diksi” serta orientasi pada minat yang sama akan semakin meningkatkan intimacy para peserta komunikasi. Begitu pula penyesuaian persepsi terhadap pesan yang dikirim dan diterima turut mempengaruhi derajat intimacy para peserta komunikasi melalui IRc. Kesepakatan untuk tetap melanjutkan komunikasi antara pengirim dan penerima tahap kelanjutan dalam berkomunikasi melalui IRc serta sebagai peneguhan interaksi. Pada komunikasi melalui IRc pesan-pesan yang disampaikan sekalipun cenderung bersifat personal namun privacy yang dimiliki oleh peserta komunikasi tidak ada sama sekali, mengingat semua person yang on line pada suatu channel IRc dapat mengetahui setiap pesan yang dikirim dan diterima serta siapa saja person yang menjadi peserta komunikasi. Kontinyuitas dalam komunikasi melalui IRc juga dipengaruhi oleh motivasi, keingintahuan (curiosity) serta suasana emosional masing-masing person yang terlibat dalam komunikasi. Dengan suasana emosional dan suasana virtual communications menjadikan komunikasi melalui IRc menisbikan konflik yang mungkin terjadi antara person peserta komunikasi. Interaksi tetap berda pada motif-motif interaksional dan pergaulan.
Bentuk pesan dalam komunikasi melalui IRc adalah sama identik dengan bentuk pesan dalam e-mail yaitu berbentuk kata-kata dalam huruf atau tulisan (teks). Makna yang terkandung di dalamnya baik yang bersifat konotasi ataupun denotasi tergantung pada persepsi, keterbacaan dan diksi si penerima pesan /komunikan. Ini juga berarti menjadikan suatu hambatan dalam komunikasi antara pengirim dan penerima pesan. Hambatan (noise ) yang kedua terdapat pada bahasa yang digunakan jika channel yang dimasuki oleh person pengguna adalah channel dari domain wilayah luar negeri. Bahasa, pengetahuan semantik, budaya, etika dan sebagainya menjadi kendala dalam melakukan interaksi melalui IRc. Hambatan ketiga, sama dengan fasilitas dalam e-mail yaitu hambatan teknis berupa disconnect ataupun server down, yang tidak memungkinkan komputer yang digunakan terkoneksi dalam jaringan internet. Hambatan keempat, karena tidak didukung oleh suatu kontak fisik dan sifat maya dalam komunikasinya maka keterbukaan dalam komunikasi tidak berada pada derajat yang tinggi dan ini memungkinkan komunikasi menjadi tertutup tanpa ada kejelasan untuk mengenal pribadi masing-masing person pengguna.
Feedback dalam komunikasi melalui IRc adalah sebagai tanggapan dalam awal komunikasi, dan kelanjutan komunikasi dengan reciprocical feedback (umpan balik yang berulang-ulang dan bertimbal balik) akan membawa pada peneguhan terhadap komunikasi yang dilakukan. Feedback di sini merupakan “direct feed back synchronous”.

5. Unsur Komunikasi Dalam Fasilitas Web Browser.
Fasilitas web browser pada dasarnya merupakan tempat atau sarana untuk
menyampaikan atau tempat pajanan berbagai informasi ( eksposure ) oleh suatu 16 institusi ataupun perseorangan. Web adalah tempat memajang informasi secara on line dan bersifat virtua ( maya ) yang memiliki kaitan ( link ) informasi tidak terbatas ( berujung ). Informasi dalam web secara umum dapat dikategorikan menjadi 3 macam, yaitu informasi yang bersifat umum ( berita on line, info pelayanan umum dan sebagainya ), kemudian informasi khusus (web dengan isi informasi tentang suatu lembaga, atau informasi dalam berbagai kategori ) sedang yang terakhir adalah informasi komersial. Sedangkan jenis web sendiri dibagi menjadi dua jenis yaitu official web (web resmi ; biasanya web milik lembaga yang sah dan memiliki otoritas terhadap web bersangkutan) dan jenis kedua adalah unofficial web (web tidak resmi ; dimiliki dan dikelola secara personal). Apapun jenis informasi dan jenis web-nya, yang jelas informasi dalam web diperuntukkan kepada khalayak umum ( bersifat universal ) dan selalu diperbaharui (up grade) dalam setiap periode ( periodisitas ). Dengan karakterkarakter seperti itu maka web dapat dikategorikan sebagai medium massa. Eksposure informasi yang dipampangkan dalam internet tidak berbeda jauh dengan eksposure-eksposure media massa klasik lainnya. Karena dalam medium web browser juga memiliki unsur elektronika di dalam pengoperasiannya maka web juga masuk dalam kategori media massa elektronis broadcast.
Hambatan utama yang terdapat dalam komunikasi melalui web, juga sama dengan komunikasi melalui e-mail dan IRc yaitu hambatan mekanis server down, disconnect, dan connection failed; tidak terjadinya koneksi antara komputer user (pengguna) dengan jaringan internet. Hambatan lain adalah hambatan bahasa dari web domain luar negeri yang lebih banyak eksposurenya dibanding web domain dalam negeri. Hambatan bahasa teknik juga terdapat dalam komuniksai web, artinya ketidaktahuan user untuk mengeksplorasi suatu web melalui icon-icon yang terdapat dalam web.
Hambatan lainnya adalah tidak “match”/cocoknya permintaan user melalui fasilitas query, akibat ketidaktepatan penulisan keywords atau kata kunci.

D. SUMBER
http://kuliahkomunikasi.com/2008/11/perkembangan-internet-sebagai-media-komunikasi/
http://edwi.dosen.upnyk.ac.id/Internet%20as%20media.pdf
www.december.com/cmc/mag/1997/jan/decpro.html

Sabtu, 15 Oktober 2011

SEARCH ENGINE


Dalam dunia website/weblog sekarang ini, khususnya bagi para publisher dan blogger diperlukan pengetahuan tentang Search Engine Optimization, website/weblog yang telah sobat buat tugas selanjutnya adalah mendaftarkan website/weblog sobat ke mesin pencari Google atau yang lainnya. Sebelum mendaftarkan website/weblog yang telah dibuat; sekarang yang menjadi pertanyaan apa itu search engine optimization, cara kerja dan fungsi suatu search engine
.
A. PENGERTIAN SEARCH ENGINE
Mesin pencari web atau yang lebih dikenal dengan istilah web search engine merupakan program komputer yang dirancang untuk mencari informasi yang tersedia didalam dunia maya. Berbeda halnya dengan direktori web (seperti dmoz.org) yang dikerjakan oleh manusia untuk mengelompokkan suatu halaman informasi berdasarkan kriteria yang ada, web search engine mengumpulkan informasi yang tersedia secara otomatis.

B. SEJARAH
Saat awal perkembangan internet, Tim Berners-Lee membuat sebuah situs web yang berisikan daftar situs web yang ada di internet melalui peladen web CERN. Sejarah yang mencatat sejak tahun 1992 masih ada hingga kini.[2] Dengan semakin banyaknya situs web yang aktif membuat daftar ini tidak lagi memungkinkan untuk dikelola oleh manusia. Utilitas pencari yang pertama kali digunakan untuk melakukan pencarian di internet adalah Archie yang berasal dari kata "archive" tanpa menggunakan huruf "v".[3] Archie dibuat tahun 1990 oleh Alan Emtage, Bill Heelan dan J. Peter Deutsch, saat itu adalah mahasiswa ilmu komputer Universitas McGill, Amerika Serikat. Cara kerja program tersebut adalah mengunduh daftar direktori serta berkas yang terdapat pada layanan ftp publik (anonim) kemudian memuatnya ke dalam basisdata yang memungkinkan pencarian.
Mesin pencari lainnya seperti Aliweb, muncul di 1993 dan masih berjalan hingga saat ini. Salah satu mesin pencari pertama yang sekarang berkembang menjadi usaha komersial yang cukup besar adalah Lycos, yang dimulai di Carnegie Mellon University sebagai proyek riset di tahun 1994.
Segera setelah itu, banyak mesin pencari yang bermunculan dan bersaing memperebutkan popularitas. Termasuk di antaranya adalah WebCrawler, Hotbot, Excite, Infoseek, Inktomi, dan AltaVista. Masing-masing bersaing dengan menambahkan layanan- layanan tambahan seperti yang dilakukan oleh Yahoo.
Tahun 2002 Yahoo! mengakuisisi Inktomi, setahun kemudian menagaktualisasi AlltheWeb dan Altavista kemudian meluncurkan mesin pencari sendiri yang didasarkan pada teknologi gabungan dari mesin-mesin pencari yang telah diakuisisinya serta memberikan layanan yang mengutamakan pencarian Web daripada layanan-layanan lainnya.
Di bulan desember 2003, Orase menerbitkan versi pertama dari teknologi pencari waktu-riilnya. Mesin ini memiliki banyak fungsi baru dan tingkat unjuk kerja yang jauh lebih baik. Mesin pencari juga dikenal sebagai target investasi internet yang terjadi pada akhir tahun 1990-an. Beberapa perusahaan mesin pencari yang masuk ke dalam pasar saham diketahui mencatat keuntungan besar. Sebagian lagi sama sekali menonaktifkan layanan mesin pencari, dan hanya memasarkannya pada edisi-edisi enterprise saja, contoh Northern Lightsebelumnya diketahui merupakan salah satu perintis layanan mesin pencari di internet.
Buku Osmar R. Zaïane From Resource Discovery to Knowledge Discovery on the Internet menjelaskan secara rinci sejarah teknologi mesin pencari sebelum munculnya Google. Mesin-mesin pencari lainnya mencakup a9.com, AlltheWeb, Ask Jeeves, Clusty, Gigablast, Teoma, Wisenut, GoHook, Kartoo, dan Vivisimo.

1. Google
Google muncul di akhir tahun 1997, dimana Google memasuki pasar yang telah diisi oleh para pesaing lain dalam penyediaan layanan mesin pencari, seperti Yahoo, Altavista, HotBot, Excite, InfoSeek dan Lycos, dimana perusahaan-perusahaan tersebut mengklaim sebagian perusahaan yang bergerak dalam bidang layanan pencarian di internet. Hingga akhirnya Google mampu menjadi sebagai penyedia mesin pencari yang cukup diperhitungkan di dunia.
Saat tingginya persaingan antar mesin pencari yang ada, namun mesin pencari lain tidak mampu menghentikan kesuksesan Google. Setelah Yahoo mampu pada posisi puncak di sekitar tahun 2000, Google mampu menerobos liga besar tersebut. sehingga Google dipandang sebagai mesin pencari yang utama seperti yang kita ketahui pada hari ini.

2. Yahoo
Yahoo raja directori di internet, di samping para pengguna internet melihat DMOZ serta LookSmart berusaha menurunkan nya dari posisi puncak tersebut. Akhir-akhir ini, telah tumbuh secara cepat dalam ukurannya, mereka pun sudah memiliki harga sehingga mudah untuk memasukinya, dengan demikian, mendapatkan sebuah daftar pada direktori Yahoo memang memiliki nilai yang tinggi.
pada tahun 2001, mesin pencari Google berkembang besar. Keberhasilan ini didasarkan pada bagian konsep dasar dari link popularity dan PageRank. Setiap halaman diurutkan berdasarkan seberapa banyak situs yang terkait, dari sebuah premis bahwa situs yang diinginkan pasti lebih banyak terhubung daripada yang lain. Rangking situs (The PageRank)dari sebuah link halaman dan jumlah link dari halaman-halaman tersebut merupakan masukan bagi Rangking situs yang bersangkutan. Hal ini memungkinkan bagi Google untuk mengurutkan hasilnya berdasarkan seberapa banyak halaman situs yang menuju ke halaman yang ditemukannya. User interface Google sangat disukai oleh pengguna, dan hal ini berkembang ke para pesaingnya.

C. MANFAAT
1. mesin pencari merupakan tempat kebanyakan orang mencari sesuatu via internet. Menurut survei hampir 90% pengguna internet memakai mesin pencari untuk mencari lokasi tertentu di internet. dan di antara mesin pencari yang ada, google merupakan mesin pencari yang paling banyak digunakan.
2. Sebagian besar pengguna mesin pencari tidak pernah melewatkan dua halaman pertama dari mesin pencari.
3. Sebagian besar (hampir 70%) pengguna mesin pencari tidak pernah klik pada hasil pencarian sponsor. Dengan demikian, hasil pencarian yang organik (secara alami) akan membuat suatu website memperoleh posisi strategis dalam dunia internet.
4. Di negara-negara maju, porsi penjualan yang dilakukan melalui internet sudah hampir mencapai 20% dari keseluruhan transaksi tahunan.
5. Sebuah informasi yang mudah di akses oleh semua orang baik dalam maupun luar negeri.

D. CARA KERJA SEARCH ENGINE
Mesin pencari web bekerja dengan cara menyimpan hampir semua informasi halaman web, yang diambil langsung dari www. Halaman-halaman ini diambil secara otomatis. Isi setiap halaman lalu dianalisis untuk menentukan cara mengindeksnya (misalnya, kata-kata diambil dari judul, subjudul, atau field khusus yang disebut meta tag). Data
tentang halaman web disimpan dalam sebuah database indeks untuk digunakan dalam pencarian selanjutnya. Sebagian mesin pencari, seperti Google, menyimpan seluruh atau sebagian halaman sumber (yang disebut cache) maupun informasi tentang halaman web itu sendiri.
Ketika seorang pengguna mengunjungi mesin pencari dan memasukkan query, biasanya dengan memasukkan kata kunci, mesin mencari indeks dan memberikan daftar halaman web yang paling sesuai dengan kriterianya, biasanya disertai ringkasan singkat mengenai judul dokumen dan terkadang sebagian teksnya.
Mesin pencari lain yang menggunakan proses real-time, seperti Orase, tidak menggunakan indeks dalam cara kerjanya. Informasi yang diperlukan mesin tersebut hanya dikumpulkan jika ada pencarian baru. Jika dibandingkan dengan sistem berbasis indeks yang digunakan mesin-mesin seperti Google, sistem real-time ini unggul dalam beberapa hal seperti informasi selalu mutakhir, (hampir) tak ada broken link, dan lebih sedikit sumberdaya sistem yang diperlukan (Google menggunakan hampir 100.000 komputer, Orase hanya satu.). Tetapi, ada juga kelemahannya yaitu pencarian lebih lama rampungnya.

E. KOMPONEN UTAMA DALAM SEARCH ENGINE
Sebuah search engine memiliki beberapa komponen agar dapat menyediakan layanan utamanya sebagai sebuah mesin pencari informasi. Komponen tersebut antara lain :

1. Web Crawler
Web crawler atau yang dikenal juga dengan istilah web spider bertugas untuk mengumpulkan semua informasi yang ada di dalam halaman web. Web crawler bekerja secara otomatis dengan cara memberikan sejumlah alamat website untuk dikunjungi serta menyimpan semua informasi yang terkandung didalamnya. Setiap kali web crawler mengunjungi sebuah website, maka dia akan mendata semua link yang ada dihalaman yang dikunjunginya itu untuk kemudian di kunjungi lagi satu persatu.
Proses web crawler dalam mengunjungi setiap dokumen web disebut dengan web crawling atau spidering. Beberapa websites, khususnya yang berhubungan dengan pencarian menggunakan proses spidering untuk memperbaharui data data mereka. Web crawler biasa digunakan untuk membuat salinan secara sebhagian atau keseluruhan halaman web yang telah dikunjunginya agar dapat dip roses lebih lanjut oleh system pengindexan. Crawler dapat juga digunakan untuk proses pemeliharaan sebuah website, seperti memvalidasi kode html sebuah web, dan crawler juga digunakan untuk memperoleh data yang khusus seperti mengumpulkan alamat e-mail.
Web crawler termasuk kedalam bagian software agent atau yang lebih dikenal dengan istilah program bot. Secara umum crawler memulai prosesnya dengan memberikan daftar sejumlah alamat website untuk dikunjungi, disebut sebagai seeds. Setiap kali sebuah halaman web dikunjungi, crawler akan mencari alamat yang lain yang terdapat didalamnya dan menambahkan kedalam daftar seeds sebelumnya.
Dalam melakukan prosesnya, web crawler juga mempunyai beberapa persoalan yang harus mampu di atasinya. Permasalahan tersebut mencakup :
 Halaman mana yang harus dikunjungi terlebih dahulu.
 Aturan dalam proses mengunjungi kembali sebuah halaman.
 Performansi, mencakup banyaknya halaman yang harus dikunjungi.
 Aturan dalam setiap kunjungan agar server yang dikunjungi tidak kelebihan beban.
 Kegagalan, mencakup tidak tersedianya halaman yang dikunjungi, server down, timeout, maupun jebakan yang sengaja dibuat oleh webmaster.
 Seberapa jauh kedalaman sebuah website yang akan dikunjungi.
 Hal yang tak kalah pentingnya adalah kemampuan web crawler untuk mengikuti
perkembangan teknologi web, dimana setiap kali teknologi baru muncul, web crawler harus dapat menyesuaikan diri agar dapat mengunjungi halaman web yang menggunakan teknologi baru tersebut.
Proses sebuah web crawler untuk mendata link – link yang terdapat didalam sebuah halaman web menggunakan pendekatan regular expression. Crawler akan menelurusi setiap karakter yang ada untuk menemukan hyperlink tag html (). Setiap hyperlink tag yang ditemukan diperiksa lebih lanjut apakah tag tersebut mengandung atribut nofollow rel, jika tidak ada maka diambil nilai yang terdapat didalam attribute href yang merupakan sebuah link baru.

2. Indexing system
Indexing system bertugas untuk menganalisa halaman web yang telah tersimpan sebelumnya dengan cara mengindeks setiap kemungkinan term yang terdapat di dalamnnya. Data term yang ditemukan disimpan dalam sebuah database indeks untuk digunakan dalam pencarian selanjutnya.
Indexing system mengumpulkan, memilah dan menyimpan data untuk memberikan kemudahan dalam pengaksesan informasi secara tepat dan akurat. Proses pengolahan halaman web agar dapat digunakan untuk proses pencarian berikutnya dinakamakan web indexing. Dalam implementasinya index system dirancang dari penggabungan beberapa cabang ilmu antara lain ilmu bahasa, psikologi, matematika, informatika, fisika, dan ilmu komputer.
Tujuan dari penyimpanan data berupa indeks adalah untuk performansi dan kecepatan dalam menemukan informasi yang relevan berdasarkan inputan user. Tanpa adanya indeks, search engine harus melakukan scan terhadap setiap dokumen yang ada didalam database. Hal ini tentu saja akan membutuhkan proses sumber daya yang sangat besar dalam proses komputasi. Sebagai contoh, indeks dari 10.000 dokumen dapat diproses dalam waktu beberapa detik saja, sedangkan penulusuran secara berurutan setiap kata yang terdapat di dalam 10.000 dokumen akan membutuhkan waktu yang berjam lamanya. Tempat tambahan mungkin akan dibutuhkan di dalam computer untuk penyimpanan indeks, tapi hal ini akan terbayar dengan penghematan waktu pada saat pemrosesan pencarian dokumen yang dibutuhkan.

3. Search system
Search system inilah yang berhubungan langsung dengan pengguna, meyediakan hasil pencarian informasi yang diinginkan. Ketika seorang pengguna mengunjungi mesin pencari dan memasukkan kata pencarian biasanya dengan beberapa kata kunci, search system akan mencari data dari indeks database, data yang cocok kemudian akan ditampilkan, biasanya disertai ringkasan singkat mengenai judul dokumen dan terkadang sebagian teksnya.

F. BEBERAPA JENIS SEARCH ENGINE
Semua Search engine diciptakan dengan tujuan yang sama yakni untuk memudahkan menemukan informasi dari milyaran halaman web yang ada di internet. Namun berdasarkan cara kerja nya, secara garis besar ada 4 jenis search engine:

1. Crawler-Based Search engine
Seperti yang terlihat dari namanya, search engine jenis ini menggunakan robot atau crawler untuk mengumpulkan informasi dari jagat internet. Google dan Yahoo! memiliki robot yang bekerja terus tanpa mengenal lelah untuk mengumpulkan data-data dari seluruh penjuru dunia. Sebagai gambaran, saat ini Google menggunakan 4 robot yang masing-masing dapat melakukan penjelajahan sebanyak 100 halaman web/detik atau setara dengan 600Kb/detik ~ 72,180.17 GigaByte penambahan data setiap tahun nya.

2. Human-Powerd Web Directories
Berbeda dengan search engine yang menggunakan crawler atau robot untuk melakukan pengumpulan data, web direktori mengandalkan ketelitian manusia dalam melakukan seleksi dan pengelompokan website. Pengelompokan hasil pencarian juga tidak berdasarkan keyword, namun berdasarkan kategorisasi yang telah ditentukan dan juga berdasarkan urutan alfatebis. Beberapa contoh yang cukup populer adalah Open Directory Project (DMOZ), Yahoo directory, Google directory, LookSmart dan EuroSeek.

3. Hybrid-Search Engine
Tipe ini adalah search engine yang mengombinasi kan Crawler dan juga web direktori untuk menghasilkan hail pencarian yang relevan. Sebagai contoh misalkan ada sebuah website yang dikategorikan dalam web direktori sebagai perusahaan lokal penjual garmen di kota kudus, maka algoritma search engine hybrid tidak akan menampilkan website ini sebagai hasil pencarian penjual garmen di kota Chicago. Beberapa contoh search engine tipe ini adalah Google, ExactSeek, Lycos, dan Altavista.

4. Meta Search Engines
Search engine tipe ini pada dasarnya pengembangan dari berbagai search engine yang ada, karena mereka tidak melakukan pencarian dengan algoritma kompleks seperti tipe crawler atau hybrid. Tipe ini melakukan ekstraksi hasil pencarian dari berbagai search engine dan web direktori, kemudian melakukan pengelompokan data dan menampilkannya. Semakin sering sebuah halaman web ditampilkan pada berbagai search engine, maka halaman tersebut akan memiliki ranking yang tinggi di meta search engine. Contoh meta search engine adalah DogPile, WebCrawler, Excite, MetaCrawler, dan Ixquick.

G. SEARCH ENGINE YANG POPULER
Terdapat ratusan bahkan ribuan mesin pencari yang ada di internet, dan kapasitas mesin tersebut akan selalu tumbuh dari waktu ke waktu. Dari sebanyak itu, hanya sebagian kecil yang berpengaruh besar dalam lalulintas untuk pengantar pengunjungnya ke situs tersebut. untuk itu, harus pintar dalam memilih mereka yang tepat terutama dalam efisiensi dan efektifitas waktu yang anda miliki dalam mencapai sasaran yang diinginkan, karena situs yang tidak terlalu populer belum tentu akan berpengaruh besar terhadap pertumbuhanke situs yang dikelola. Apalagi juka pendaftaran situs-situs penyedia layanan pencarian tersebut dilakukan satu persatu, akan membuang waktu. Cara mudahnya, lebih baik menggunakan softwarependaftar ke mesin pencari yang banyak beredar di internet, sehingga proses pendaftaran bisa dilakukan secara otomatis melalui software tersebut.
Berikut ini adalah beberapa mesin pencari:
1.
Google ( http://www.google.com/ )
2. Yahoo ( http://www.yahoo.com/ )
3. Open Directory (http://www.dmoz.com/ )
4. MSN ( http://www.msn.com/ )
5. Live ( http://www.live.com )
6. Altavista ( http://www.altavista.com )
7. AOL ( http://www.aol.com )
8. Altheweb ( http://www.althweb.com )
9. Baidu ( http://www.baidu.com )
10. Looksmart ( http://www.looksmart.com )


H. SUMBER
http://realworldbusiness.com/indonesia/beberapa-jenis-search-engine/
http://realworldbusiness.com/indonesia/komponen-search-engine/
http://id.wikipedia.org/wiki/Mesin_pencari