1. PENGERTIAN PEMANASAN GLOBAL
Kita sering mengucapkan “kok udaranya panas banget ya” dan kita juga sering mendengarnya dari orang-orang yang ada disekitar kita. Ini merupakan salah satu tanda - tanda dari bumi tempat kita berpijak sedang mengalami proses kerusakan. Disamping itu juga banyak fenomena alam lainya yang sering terjadi seperti : banjir yang terjadi hampir diseluruh negara, curah hujan yang tidak menentu, tsunami Jepang pada tanggal 11 maret 2011, dan bencana – bencana alam yang telah terjadi sebelumnya. Hal ini berkaitan dengan pemanasan global.
Pemanasan Global (Global Warming) adalah adanya proses peningkatan suhu rata-rata atmosfer, laut, dan daratan Bumi, yang disebabkan oleh meningkatnya emisi gas-gas seperti karbondioksida (CO2), metana (CH4), dinitrooksida (N2O) dan CFC sehingga energi matahari terperangkap dalam atmosfer bumi.
2. PENYEBAB PEMANASAN GLOBAL
1. Efek Rumah Kaca
Pemanasan global (global warming) pada dasarnya merupakan fenomena peningkatan temperatur global dari tahun ke tahun karena terjadinya efek rumah kaca (greenhouse effect) yang disebabkan oleh meningkatnya emisi gas-gas.
Gas-gas ini menyerap dan memantulkan kembali radiasi gelombang yang dipancarkan Bumi dan akibatnya panas tersebut akan tersimpan di permukaan Bumi. Hal tersebut terjadi berulang-ulang dan mengakibatkan suhu rata-rata tahunan bumi terus meningkat. Gas-gas tersebut berfungsi sebagaimana kaca dalam rumah kaca. Dengan semakin meningkatnya konsentrasi gas-gas ini di atmosfer, semakin banyak panas yang terperangkap di bawahnya. Sebenarnya, efek rumah kaca ini sangat dibutuhkan oleh segala makhluk hidup yang ada di bumi, karena tanpanya, planet ini akan menjadi sangat dingin. Sehingga es akan menutupi seluruh permukaan Bumi. Akan tetapi, akibat jumlah gas-gas tersebut telah berlebih di atmosfer, pemanasan global menjadi akibatnya.
2. Variasi Matahari
Terdapat hipotesa yang menyatakan bahwa variasi dari Matahari, dengan kemungkinan diperkuat oleh umpan balik dari awan, dapat memberi kontribusi dalam pemanasan saat ini. Perbedaan antara mekanisme ini dengan pemanasan akibat efek rumah kaca adalah meningkatnya aktivitas Matahari akan memanaskan stratosfer sebaliknya efek rumah kaca akan mendinginkan stratosfer. Pendinginan stratosfer bagian bawah paling tidak telah diamati sejak tahun 1960, yang tidak akan terjadi bila aktivitas Matahari menjadi kontributor utama pemanasan saat ini. (Penipisan lapisan ozon juga dapat memberikan efek pendinginan tersebut tetapi penipisan tersebut terjadi mulai akhir tahun 1970-an.) Fenomena variasi Matahari dikombinasikan dengan aktivitas gunung berapi mungkin telah memberikan efek pemanasan dari masa pra-industri hingga tahun 1950, serta efek pendinginan sejak tahun 1950.
3. DAMPAK PEMANASAN GLOBAL
Pemanasan global mengakibatkan dampak yang luas dan serius bagi lingkungan bio-geofisik (seperti pelelehan es di kutub, kenaikan permukaan air laut, perluasan gurun pasir, peningkatan hujan dan banjir, perubahan iklim, punahnya flora dan fauna tertentu, migrasi fauna dan hama penyakit, dsb). Sedangkan dampak bagi aktivitas sosial-ekonomi masyarakat meliputi : (a) gangguan terhadap fungsi kawasan pesisir dan kota pantai, (b) gangguan terhadap fungsi prasarana dan sarana seperti jaringan jalan, pelabuhan dan bandara (c) gangguan terhadap permukiman penduduk, (d) pengurangan produktivitas lahan pertanian, (e) peningkatan resiko kanker dan wabah penyakit, dsb).
1. Iklim Mulai Tidak Stabil
Para ilmuan memperkirakan bahwa selama pemanasan global, daerah bagian Utara dari belahan Bumi Utara akan memanas lebih dari daerah-daerah lain di Bumi. Akibatnya, gunung-gunung es akan mencair dan daratan akan mengecil. Akan lebih sedikit es yang terapung di perairan Utara tersebut. Daerah-daerah yang sebelumnya mengalami salju ringan, mungkin tidak akan mengalaminya lagi. Pada pegunungan di daerah subtropis, bagian yang ditutupi salju akan semakin sedikit serta akan lebih cepat mencair. Musim tanam akan lebih panjang di beberapa area. Suhu pada musim dingin dan malam hari akan cenderung untuk meningkat.
Daerah hangat akan menjadi lebih lembab karena lebih banyak air yang menguap dari lautan. Para ilmuan belum begitu yakin apakah kelembaban tersebut malah akan meningkatkan atau menurunkan pemanasan yang lebih jauh lagi. Hal ini disebabkan karena uap air merupakan gas rumah kaca, sehingga keberadaannya akan meningkatkan efek insulasi pada atmosfer. Akan tetapi, uap air yang lebih banyak juga akan membentuk awan yang lebih banyak, sehingga akan memantulkan cahaya matahari kembali ke angkasa luar, dimana hal ini akan menurunkan proses pemanasan. Kelembaban yang tinggi akan meningkatkan curah hujan, secara rata-rata, sekitar 1 persen untuk setiap derajat Fahrenheit pemanasan. (Curah hujan di seluruh dunia telah meningkat sebesar 1 persen dalam seratus tahun terakhir ini). Badai akan menjadi lebih sering. Selain itu, air akan lebih cepat menguap dari tanah. Akibatnya beberapa daerah akan menjadi lebih kering dari sebelumnya. Angin akan bertiup lebih kencang dan mungkin dengan pola yang berbeda. Topan badai (hurricane) yang memperoleh kekuatannya dari penguapan air, akan menjadi lebih besar. Berlawanan dengan pemanasan yang terjadi, beberapa periode yang sangat dingin mungkin akan terjadi. Pola cuaca menjadi tidak terprediksi dan lebih ekstrim.
2. Peningkatan permukaan laut
Perubahan tinggi rata-rata muka laut diukur dari daerah dengan lingkungan yang stabil secara geologi.
Ketika atmosfer menghangat, lapisan permukaan lautan juga akan menghangat, sehingga volumenya akan membesar dan menaikkan tinggi permukaan laut. Pemanasan juga akan mencairkan banyak es di kutub. Perubahan tinggi muka laut akan sangat memengaruhi kehidupan di daerah pantai. Negara-negara kaya akan menghabiskan dana yang sangat besar untuk melindungi daerah pantainya, sedangkan negara-negara miskin mungkin hanya dapat melakukan evakuasi dari daerah pantai.
3. Suhu global cenderung meningkat
Orang mungkin beranggapan bahwa Bumi yang hangat akan menghasilkan lebih banyak makanan dari sebelumnya, tetapi hal ini sebenarnya tidak sama di beberapa tempat. Bagian Selatan Kanada, sebagai contoh, mungkin akan mendapat keuntungan dari lebih tingginya curah hujan dan lebih lamanya masa tanam. Di lain pihak, lahan pertanian tropis semi kering di beberapa bagian Afrika mungkin tidak dapat tumbuh. Daerah pertanian gurun yang menggunakan air irigasi dari gunung-gunung yang jauh dapat menderita jika snowpack (kumpulan salju) musim dingin, yang berfungsi sebagai reservoir alami, akan mencair sebelum puncak bulan-bulan masa tanam. Tanaman pangan dan hutan dapat mengalami serangan serangga dan penyakit yang lebih hebat.
4. Gangguan ekologis
Hewan dan tumbuhan menjadi makhluk hidup yang sulit menghindar dari efek pemanasan ini karena sebagian besar lahan telah dikuasai manusia. Dalam pemanasan global, hewan cenderung untuk bermigrasi ke arah kutub atau ke atas pegunungan. Tumbuhan akan mengubah arah pertumbuhannya, mencari daerah baru karena habitat lamanya menjadi terlalu hangat. Akan tetapi, pembangunan manusia akan menghalangi perpindahan ini. Spesies-spesies yang bermigrasi ke utara atau selatan yang terhalangi oleh kota-kota atau lahan-lahan pertanian mungkin akan mati. Beberapa tipe spesies yang tidak mampu secara cepat berpindah menuju kutub mungkin juga akan musnah.
5. Dampak sosial dan politik
Perubahan cuaca dan lautan dapat mengakibatkan munculnya penyakit-penyakit yang berhubungan dengan panas (heat stroke) dan kematian. Temperatur yang panas juga dapat menyebabkan gagal panen sehingga akan muncul kelaparan dan malnutrisi. Perubahan cuaca yang ekstrem dan peningkatan permukaan air laut akibat mencairnya es di kutub utara dapat menyebabkan penyakit-penyakit yang berhubungan dengan bencana alam (banjir, badai dan kebakaran) dan kematian akibat trauma. Timbulnya bencana alam biasanya disertai dengan perpindahan penduduk ke tempat-tempat pengungsian dimana sering muncul penyakit, seperti: diare, malnutrisi, defisiensi mikronutrien, trauma psikologis, penyakit kulit, dan lain-lain.
Pergeseran ekosistem dapat memberi dampak pada penyebaran penyakit melalui air (Waterborne diseases) maupun penyebaran penyakit melalui vektor (vector-borne diseases). Seperti meningkatnya kejadian Demam Berdarah karena munculnya ruang (ekosistem) baru untuk nyamuk ini berkembang biak. Dengan adamya perubahan iklim ini maka ada beberapa spesies vektor penyakit (eq Aedes Agipty), Virus, bakteri, plasmodium menjadi lebih resisten terhadap obat tertentu yang target nya adala organisme tersebut. Selain itu bisa diprediksi kan bahwa ada beberapa spesies yang secara alamiah akan terseleksi ataupun punah dikarenakan perbuhan ekosistem yang ekstreem ini. hal ini juga akan berdampak perubahan iklim (Climate change)yang bisa berdampak kepada peningkatan kasus penyakit tertentu seperti ISPA (kemarau panjang / kebakaran hutan, DBD Kaitan dengan musim hujan tidak menentu)
Gradasi Lingkungan yang disebabkan oleh pencemaran limbah pada sungai juga berkontribusi pada waterborne diseases dan vector-borne disease. Ditambah pula dengan polusi udara hasil emisi gas-gas pabrik yang tidak terkontrol selanjutnya akan berkontribusi terhadap penyakit-penyakit saluran pernafasan seperti asma, alergi, penyakit jantung dan paru kronis, dan lain-lain.
4. CARA MENCEGAH PEMANASAN GLOBAL
1. Jadilah Vegetarian
Memproduksi daging sarat CO2 dan metana dan membutuhkan banyak air. Hewan ternak seperti sapi atau kambing merupakan penghasil terbesar metana saat mereka mencerna makanan mereka. Food and Agriculture Organization (FAO) PBB menyebutkan produksi daging menyumbang 18% pemanasan global, lebih besar daripada sumbangan seluruh transportasi di dunia (13,5%). Lebih lanjut, dalam laporan FAO, “Livestock’s Long Shadow”, 2006 dipaparkan bahwa peternakan menyumbang 65% gas nitro oksida dunia (310 kali lebih kuat dari CO2) dan 37% gas metana dunia (72 kali lebih kuat dari CO2). Selain itu, United Nations Environment Programme (UNEP), dalam buku panduan “Kick The Habit”, 2008, menyebutkan bahwa pola makan daging untuk setiap orang per tahunnya menyumbang 6.700 kg CO2, sementara diet vegan per orangnya hanya menyumbang 190 kg CO2! Tidak mengherankan bila ahli iklim terkemuka PBB, yang merupakan Ketua Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) PBB, Dr. Rajendra Pachauri, menganjurkan orang untuk mengurangi makan daging.
2. Tanam Pohon
Satu pohon berukuran agak besar dapat menyerap 6 kg CO2 per tahunnya. Dalam seluruh masa hidupnya, satu batang pohon dapat menyerap 1 ton CO2. United Nations Environment Programme (UNEP) melaporkan bahwa pembabatan hutan menyumbang 20% emisi gas rumah kaca. Seperti kita ketahui, pohon menyerap karbon yang ada dalam atmosfer. Bila mereka ditebang atau dibakar, karbon yang pernah mereka serap sebagian besar justru akan dilepaskan kembali ke atmosfer. Maka, pikir seribu kali sebelum menebang pohon di sekitar Anda. Pembabatan hutan juga berkaitan dengan peternakan. Tahukah Anda area hutan hujan seukuran 1 lapangan sepak bola setiap menitnya ditebang untuk lahan merumput ternak? Bila Anda berubah menjadi seorang vegetarian, Anda dapat menyelamatkan 1 ha pohon per tahunnya.
3. Bepergian yang Ramah Lingkungan
Cobalah untuk berjalan kaki, menggunakan telekonferensi untuk rapat, atau pergi bersama-sama dalam satu mobil. Bila memungkinkan, gunakan kendaraan yang menggunakan bahan bakar alternatif. Setiap 1 liter bahan bakar fosil yang dibakar dalam mesin mobil menyumbang 2,5 kg CO2. Bila jaraknya dekat dan tidak terburu waktu, anda bisa memilih kereta api daripada pesawat. Menurut IPCC, bepergian dengan pesawat menyumbang 3-5% gas rumah kaca.
4. Kurangi Belanja
Industri menyumbang 20% gas emisi rumah kaca dunia dan kebanyakan berasal dari penggunaan bahan bakar fosil. Jenis industri yang membutuhkan banyak bahan bakar fosil sebagai contohnya besi, baja, bahan-bahan kimia, pupuk, semen, gelas, keramik, dan kertas. Oleh karena itu, jangan cepat membuang barang, lalu membeli yang baru. Setiap proses produksi barang menyumbang CO2.
5. Beli Makanan Organik
Tanah organik menangkap dan menyimpan CO2 lebih besar dari pertanian konvensional. The Soil Association menambahkan bahwa produksi secara organik dapat mengurangi 26% CO2 yang disumbang oleh pertanian.
6. Gunakan Lampu Hemat Energi
Bila Anda mengganti 1 lampu di rumah Anda dengan lampu hemat energi, Anda dapat menghemat 400 kg CO2 dan lampu hemat energi 10 kali lebih tahan lama daripada lampu pijar biasa.
7. Gunakan Kipas Angin
AC yang menggunakan daya 1.000 Watt menyumbang 650 gr CO2 per jamnya. Karena itu, mungkin Anda bisa mencoba menggunakan kipas angin.
8. Jemur Pakaian Anda di bawah Sinar Matahari
Bila Anda menggunakan alat pengering, Anda mengeluarkan 3 kg CO2. Menjemur pakaian secara alami jauh lebih baik: pakaian Anda lebih awet dan energi yang dipakai tidak menyebabkan polusi udara.
9. Daur Ulang Sampah Organik
Tempat Pembuangan Sampah (TPA) menyumbang 3% emisi gas rumah kaca melalui metana yang dilepaskan saat proses pembusukan sampah. Dengan membuat pupuk kompos dari sampah organik (misal dari sisa makanan, kertas, daun-daunan) untuk kebun Anda, Anda bisa membantu mengurangi masalah ini!
10. Pisahkan Sampah Kertas, Plastik, dan Kaleng agar Dapat Didaur Ulang
Mendaur ulang aluminium dapat menghemat 90% energi yang dibutuhkan untuk memproduksi kaleng aluminium yang baru – menghemat 9 kg CO2 per kilogram aluminium! Untuk 1 kg plastik yang didaur ulang, Anda menghemat 1,5 kg CO2, untuk 1 kg kertas yang didaur ulang, Anda menghemat 900 kg CO2.
6. KESIMPULAN
Pemanasan global telah menjadi permasalahan yang sangat penting bagi seluru manusia yang ada dimuka bumi ini. Karena dampak dari pemanasan global tersebut sangat merugikan kehidupan kita. Agar dapat mengatasi ataupun mengurangi efek dari permasalahan tersebut diperlukan usaha keras dan sungguh-sungguh. Dapat kita mulai dari diri sendiri, kesadaran kita terhadap kehidupan bumi di masa depan, meningkatkan rasa cinta terhadap bumi tempat kita berpijak.
7.REFERENSI
http://id.wikipedia.org/wiki/Pemanasan_global
http://geo.ugm.ac.id/archives/28
http://community.gunadarma.ac.id/blog/view/id_11518/title_makalah-global-warming-mirza/
http://makalahdanskripsi.blogspot.com/2009/06/pemanasan-global-global-warming.html
Minggu, 27 Maret 2011
Rabu, 23 Februari 2011
Buku Habibie dan Ainun
"Lebih menyayangi, menghargai, mencintai apa yang telah ku miliki, yang di anugrahkan oleh Tuhan untuk menyempurnakan hidupku, untuk memperindah hari - hariku".
Itulah kesan pertama yang langsung saya rasakan setelah membaca buku "Habibie dan Ainun". Buku ini memberikan banyak motivasi dan inspirasi untuk pribadi yang baik dan rumah tangga yang bahagia.
Itulah kesan pertama yang langsung saya rasakan setelah membaca buku "Habibie dan Ainun". Buku ini memberikan banyak motivasi dan inspirasi untuk pribadi yang baik dan rumah tangga yang bahagia.
PENGARUH KEMISKINAN SECARA PSIKOLOGIS
A. Pengertian Kemiskinan
Secara harfiah, kemiskinan berasal dari kata dasar miskin yang artinya tidak berharta-benda (Poerwadarminta, 1976). Dalam pengertian yang lebih luas, kemiskinan dapat diartikan sebagai suatu kondisi ketidakmampuan baik secara individu, keluarga, maupun kelompok untuk memenuhi kebutuhan dasar hidup (sandang, pangan, dan papan), sehingga kondisi ini rentan terhadap timbulnya permasalahan sosial yang lain. Kemiskinan dipandang sebagai kondisi dimana individu atau kelompok yang tidak dapat memenuhi hak-hak dasarnya secara layak untuk menempuh dan mengembangkan kehidupan yang bermartabat. Dengan demikian, kemiskinan tidak lagi dipahami hanya sebatas ketidak mampuan ekonomi, tetapi juga kegagalan pemenuhan hak-hak dasar dan perbedaan perlakuan bagi seseorang atau sekelompok orang, dalam menjalani kehidupan secara bermartabat. Pada saat seseorang atau kelompok tidak dihargai oleh orang lain, dan tidak dapat memenuhi kebutuhan hidupnya secara layak, akan menimbulkan gejolak dalam bathin orang yang mengalaminya.
Pada umunya kemiskinan akan menjadi sebuah budaya yang turun menurun dalam suatu keluarga atau kelompok. Karena orang miskin tidak dapat mengakses pendidikan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang memerlukan biaya untuk mendapatkanya , sehingga pada saat mereka bekerja, mereka tidak akan memiliki kemampuan untuk bersaing dalam dunia kerja, dengan orang – orang yang berpendidikan tinggi, dan akhirnya orang – orang miskin akan menempati pekerjaan – pekerjaan yang rendah pula. Misalnya : Cleaning servis. Upah yang mereka dapatkan pun sangat minim. Bahkan banyak orang miskin yang tidak bekerja alias pengannguran.
Biasanya orang miskin akan menikah dengan orang miskin juga, sehingga anak yang mereka dapatkan dari hasil pernikahanya akan memiliki pendidikan yang sama rendahnya dengan orang tua mereka, sehingga keadaan seperti ini terus berlanjut sampai generasi berikutnya.
B. Kondisi psikologis orang miskin
Orang – orang yang berpenghasilan rendah atau orang miskin merasa kurang bahagia, bahkan ada yang mengalami gangguan mental seperti depresi, gangguan kepribadian. Seperti yang dialami oleh obyek yang penulis teliti, Bapak tua itu mengatakan, Dia telah putus asa dengan keadaannya hidupnya sekarang. Bapak tua itu mengatakan akan menghalalkan segala cara untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dan kedua anaknya. Untuk memenuhi kebutuhan sehari- hari, bapak tersebut menjadi pengamen, pengemis, dan pemulung disekitar Pancoran dan sampai ke Blok M. Kedua anaknyapun melakukan hal yang sama dengan Bapak tersebut. Pengahasilan mereka hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan makan seadanya. Jangankan untuk mengakses pendidikan yang berkualitas atau kesehatan yang super mahal, menyewa kamar untuk tempat mereka berteduh saja, Bapak itu tidak mampu. Mereka hanya tinggal di jalanan, tidur di jalanan, di bawah pohon atau di emperan toko. Menghadapi keadaan yang sangat sulit seperti ini, sering terpikir di hati Bapak itu untuk mencuri, atau merampok, bahkan yang fatal Dia pernah berkeinginan untuk mengajak kedua puteranya bunuh diri. Beruntung karena alasan pribadi, niat untuk bunuh diri diurungkannya. Akan tetapi Bapak tua itu mengaku beberapa waktu lalu, karena anaknya sakit, Dia tidak dapat melakukan rutinnitasnya sehari – hari, akibatnya sampai malam hari merekapun kelaparan. Dan keesokan harinya Bapak tersebut nekat, mencuri dompet dari seorang penumpang angkot. Isi dompet tersebut berkisar Rp 15.000. Meskipun Bapak tersebut menyadari bahwa perbuatan itu adalah perbuatan yang salah, tetapi Beliau tetap nekat melakukanya karena kebutuhan yang sangat mendesak.
Rata – rata penghasilan bapak tersebut dalam sehari Rp. 25.000. Penghasilan tersebut tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup secara layak di sehari – hari bapak tua itu dan kedua anaknya. Kedua anak itu terlihat sangat kumuh dan bandel. Lingkungan hidup di jalanan dan kemiskinanlah yang mempengaruhi karter anak tersebut, sehingga tumbuh menjadi anak yang berkepribadian keras.
Kesedihan dan setress karena tidak dapat memenuhi kebutuhan hidup kedua anaknya, selalu dirasakan oleh bapak tua itu. Dengan demikian, berdasarkan uraian – uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa kemiskinan sangat erat kaitannya dengan gangguan psikologis seseorang.
C. Hubungan kriminalitas dengan kemiskinan
Kemiskinan secara materi memang kerap menjadi salah satu alasan atau pemicu terjadinya kriminalitas. Namun, tidak dapat di pungkiri masih banyak faktor – faktor lain yang menyebabkan terjadinya kriminalitas, antara lain : kurangnya keasadaran dalam hukum dan lain – lain. Orang miskin di kota – kota besar biasanya tidak memiliki rumah yang layak atau hanya menempati tempat umum sebagai tempat tinggal mereka, misalnya : kolong jembatan, emperan toko, jalan raya dan lain – lain. Seperti yang dialami oleh Bapak tua beserta kedua anaknya yang penulis teliti. Mereka tinggal di bawah pohon besar atau kadang di emperan toko. Kondisi lingkungan tempat tinggal yang tidak mendukung dan tidak bersih seperti ini, menyebabkan kesehatan mereka sering terganggu atau mereka rentan terhadap penyakit dan apabila mereka terkena penyakit, mereka tidak akan mampu untuk berobat ke Dokter. Tinggal ditempat seperti itu juga mengakibatkan mereka sering manjadi pelaku dan atau korban dari tindak krimalitas.
1. Pelaku Kriminalitas
Karena tuntutan kebutuhan hidup yang tinggi dan ditambah pula dengan tidak memiliki kemampuan (pendidikan dan keterampilan) untuk bersaing mendapatkan pekerjaan yang layak dalam dunia kerja, menyebabkan sebagian diantara mereka melakukan kejahatan untuk memenuhi kebutuhan dan keberlangsungan hidup tersebut. Misalnya mencuri, merampok dan menipu.
2. Korban Kriminalitas
Tinggal dijalanan meskipun saat malam hari, menyebabkan mereka sering menjadi korban kriminalitas, seperti dirampok, diperas, diperkosa, dan lain – lain. Apabila kejahatan terjadi pada dirinya, seringkali mereka tidak berdaya untuk melawan karena fisik yang lemah akibat asupan gisi makanan yang tidak seimbang serta merekapun tidak berdaya karena mereka tidak memiliki perlindungan yang cukup dari daerah yang mereka huni. Sehingga apabila mereka mengalaminya, mereka tidak memiliki keberanian untuk melaporkannya kepada pihak yang berwenang.
D. Pemecahan Masalah Kemisikinan : Pendekatan Psikologi Sosial
Pada umumnya orang miskin atau kemiskinan dipandang berprilaku lebih ke sisi negatif, yaitu : kotor, kumuh, malas, tidak disiplin, sulit diajak berubah, tidak mau berusaha lebih keras, suka jalan pintas, tidak menghargai waktu, dan hanya beroreintasi untuk masa kini. Maka, jika pemecahan masalah kemiskinan dihubungkan dengan pendekatan psikologis sosial dapat diartikan untuk mengubah kemiskinan kita harus dapat mengubah pola pikir (mind-set) orang miskin, namun bukan hanya pola pikir orang miskin yang harus di ubah, sebab kemiskinan terjadi bukan semata – mata hanya karena faktor individu dan kemiskinan bukan permasalahan yang berdiri sendiri, maka diperlukan pula perubahan pada pola pikir kultural dan pola pikir struktural.
1. Mind – set Individu Orang Miskin
Untuk dapat mengubah mind-set orang miskin, harus terlebih dahulu mengetahui psikologis orang miskin. Disimpulkan dari uraian – uraian diatas penulis mengenai obyek yang di teliti, orang miskin merupakan orang yang sulit untuk mengakses layanan umum, seperti kesehatan, pendidikan, tempat tinggal bersubsidi dan lain – lain. Dalam dunia sosial orang miskin memiliki posisi tawar yang rendah, sehingga mereka tidak dapat berperan aktif dalam keputusan atau kebijakan mengenai kelangsungan hidup mereka di Lembaga Negara. Hal ini diikuti pula oleh sikap orang miskin yang pasif dan acuh tak acuh terhadap lingkungan disekitarnya. Sehingga menyebabkan orang miskin tetap berada dalam kondisi miskin. Menurut Ortigas (2000), hal diatas disebut dengan lingkaran kemiskinan, dan untuk dapat mengubah mind-set orang miskin, lingkaran kemiskinan ini harus di hentikan atau di potong agar orang miskin tidak selamanya terjerat dalam kondisi miskin. Oleh sebab itu orang miskin harus diberikan bimbingan psikologis agar meraka dapat meyakini dan menanamkan dalam pikiran mereka, bahwa mereka adalah orang yang memiliki kemampuan dan keterampilan tertentu, mau berjuang/berusaha lebih keras, yang pada akhirnya akan membawa mereka dalam kehidupan yang lebih baik. Tentu hal tersebut dapat berjalan dengan baik, harus dibarengi dengan akhlak yang mulia. Apabila orang miskin telah meyakini memiliki keterampilan dan kemampuan, maka akan menumbuhkan rasa percaya diri dan memiliki harga diri yang pantas untuk bersaing secara sehat dalam dunia kerja. Sehingga pada saat orang miskin berada dalam kondisi yang sulit, diharapkan mereka akan mampu menghadapinya dan tidak mudah menyerah atau putus asa.
2. Mind – set Kultural
Kemiskinan sering kali telah menjadi budaya yang turun menurun dari satu generasi ke generasi berikutnya, sehingga harus dilakukan juga perubahan mind-set kultural. Kemiskinan yang dialami oleh Bapak tua yang diteliti oleh penulis, telah dialami sebelumnya oleh orang tuanya dan kini menimpa dirinya serta menimpa anak-anaknya. Keadaan tersebut menggambarkan betapa budaya kemiskinan telah menjerat keluarga Bapak tersebut. Sehingga apabila keturunannya tidak bersekolah, Bapak tersebut mengganggap, itu merupakan hal yang wajar saja kearena mereka adalah orang miskin,. Mereka lebih memilih bekerja mengumpulkan uang daripada sekolah membutuhkan biaya yang banyak. Sehingga kedua anaknyapun berpikiran yang sama dengan ayah mereka. Dengan demikian keseharian mereka tidak pernah berusaha menabung untuk biaya sekolah, ataupun biaya membuka usaha kecil – kecilan untuk di kehidupan yang lebih baik di masa depan.. Maka kehidupan mereka akan terus seperti itu, ketika mereka berkeluarga, anak yang dihasilkan akan memiliki taraf kehidupan yang sama dengan kedua orang tuanya.
Ini merupakan persoalan yang harus dipecahkan, orang miskin berpendidikan dan berpenghasilan rendah hidup dalam kultur yang seperti itu, maka budaya hidup mereka harus diubah dengan kultur kehidupan keluarga yang lebih bermartabat. Sejak dini, Pemerintah harus memperhatikan anak – anak dari kalangan miskin, dengan memberikan mereka bantuan sekolah gratis yang tepat sasaran dan bantuan moril dan materi agar mereka dapat membuka usaha dalam sekala kecil, lagi – lagi sejak dini harus harus ditumbuhkan keinginan dan keyakinan bahwa mereka dapat hidup lebih baik. Sehingga mereka akan berusaha untuk hidup lebih baik. Setidaknya untuk masa depan anak – anak mereka kelak.
3. Mind – set Struktural
Kita sebagai mahluk sosial ataupun Pemerintah, tidak bisa berasumsi bahwa orang miskin tersebut terjerat dalam kondisi seperti itu, semata – mata karena mereka adalah orang – orang yang malas, tidak disiplin, tidak mau berusaha lebih keras, berorientasi hanya untuk masa kini, dan lain – lain seperti yang telah disebutkan diatas. Tetapi kemiskinan juga terjadi karena struktur dalam masyarakat yang menyebabkan yang kaya semakin kaya dan yang miskin semakin menderita. Misalnya pembangunan pasar modern yang tersebar dimana – mana, membuat pasar tradisional, warung – warung kecil sepi pembeli bahkan mati, akan menyebabkan orang kaya mendapat keuntungan yang berlimpah dan sebaliknya dengan orang miskin. Maka agar orang miskin tidak tenggelam dalam kondisi yang mempihatinkan tersebut. Mereka harus diberikan askses yang luas dan mudah terhadap pendidikan yang bermutu, kesehatan yang berkualitas, perumahan yang layak, lapangan pekerjaan yang memadai dan lain-lain, sehingga orang miskin dapat terbebas dari belenggu kemiskinan. Dan hidup yang lebih baik akan diperoleh atau dirasakan oleh mereka.
Dapat disimpulkan bahwa :
1. Kemiskinan merupakan suatu kondisi ketidakmampuan baik secara individu, keluarga, maupun kelompok untuk memenuhi kebutuhan dasar hidup yaitu : sandang, pangan, dan papan, sehingga kondisi ini rentan terhadap timbulnya permasalahan sosial yang lain.
2. Permasalahan kemiskinan memberikan dampak yang sangat besar terhadap kondisi pskilogis seseorang. Kemiskinan menyebabkan seseorang menghalalkan segala cara untuk dapat memenuhi kebutuhan hidupnya.
3. Kemiskinan menyebabkan seseorang rentan menjadi korban dan perilaku kriminalitas, serta orang miskin rentan terhadap penyakit.
4. Pada umunya kondisi kejiwaan orang miskin kurang bahagia karena tidak dapat memenuhi kebutuhan hidupnya secara layak.
5. Secara psikologis untuk mengubah kemiskinan diperlukan perubahan pada mind-set individu orang miskin, perubahan mind-set kultural dan perubahan mind-set struktural.
Saran
Sebaiknya Pemerintah dapat bekerjasama dengan pihak – pihak yang terkait untuk secara berkala memberikan bimbingan psikologis kepada masyarakat miskin dan memberikan akses yang mudah kepada masyarakat miskin dalam bidang pendidikan, kesehatan dan lain – lain. Sebagai warga negara yang baik, kita pula wajib ikut bersama dalam usaha pengentasan kemiskinan di Indonesia, dengan meningkatkan kepedulian dan kepekaan sosial kita untuk membantu saudara kita yang masih mengalami kemiskinan.
DAFTAR PUSTAKA
1. Mulyo, Sumedi Andono. 2005. Strategi Nasional Penanggulangan Kemiskinan. Jakarta: Komite Penanggulangan Kemiskinan.
2. MARKUM, M. ENOCH, "Pengentasan Kemiskinan dan Pendekatan Psikologi Sosial," 1(1), 1-12, Juni 2009.
3. http://id.wikipedia.org/wiki/Kemiskinan.
Jumat, 12 November 2010
RESUME FILM AFTER SHOCK
Film yang sangat menarik dan patut anda tonton. Banyak hal dalam film ini yang berkaitan denga Psikologi Kejiwaan.
A. RESUME FILM AFTER SHOCK
Film AFTER SHOCK disutradarai oleh Feng Xiaogang, Diproduksi oleh Hua Yi Brothers, Ditulis oleh Su Xiaowei (skenario), Zhang Ling (novel), Dibintangi Xu Fan (sebagai Li Yuanni), Zhang Guoqiang (sebagai Da Qing), Zhang Jingchu (sebagai Fang Deng), Li Chen, Chen Dao Ming, Chen Jin, , Zhang Zifeng, Zhang Jiajun. Musik oleh Wang li-guang, Editing oleh Thor Roos Sinematografi Lu Yue, Studio Cina Film Group, Emperor Motion Pictures, Huayi Brothers, Media Asia Film. Durasi film selama 130 menit dari Negara Cina dan film berbahasa Bahasa Mandarin.
.
Adapun kisah dari film AFTER SHOCK tersebut :
Film drama mandarin ini dibuat berdasarkan kisah nyata, yaitu perpecahan sebuah keluarga yang disebabkan oleh gempa bumi yang terjadi di Tangshan, Cina, pada tahun 1976. Gempa bumi tersebut menewaskan 240.000 jiwa. Keluarga itu terdiri dari pasangan suami istri, Da Qing dan Li Yuan Ni, serta kedua anak kembar mereka, Fang Deng (putri) dan Fang Da (putra), yang tinggal di sebuah apartemen yang kecil di kota Tangshan. Ditengah malam saat gempat terjadi, Yuan Ni bersama suaminya, Da Qing sedang tidur di sebuah truk. Mereka sangat terkejut dan kemudian terbangun, saat gempa besar mengguncang malam itu. Yuan Ni dan suaminya berlari untuk kembali masuk ke dalam apartemen mereka untuk menyelamatkan anak-anaknya. Ketika Yuan Ni akan masuk ke dalam apartemen, Ia ditarik oleh suaminya kembali ke luar bangunan yang sedang runtuh. Dan malang, suaminya tertimpa bangunan apartemen yang ambruk. Sesudah gempa berhenti, Li Yuan Ni langsung mencari suaminya dan berhasil menemukan mayatnya tertimpa dinding bangunan. Dengan hati yang sangat sedih Li Yuan Ni pun mencari anak kembarnya dan mengetahui bahwa kedua anaknya terjebak di bawah tumpukan beton. Jika mereka mengangkat salah satu sisi dari tumpukan beton itu, maka salah dari anaknya akan terjepit dan akan membunuh salah satu dari mereka. Para penyelamat meminta Yuan Ni, memilih salah satu dari mereka untuk diselamatkan. Yuan Ni terus-terusan meminta mereka untuk menyelamat kedua anaknya. Namun, para penyelamat mendesak Yuan Ni untuk segera mengambil keputusan. Karena masih banyak korban lain yang membutuhkan pertolongan, maka para penyelamat memutuskan untuk meninggalkan Li Yuan Ni, sehingga akhirnya Yuan Ni memutuskan untuk menyelamatkan putranya. Keputusannya itu didengar oleh putrinya. Fang Deng berlinangan air mata sambil bersuara pelan memanggil ibunya terakhir kali “Mama”. Setelah putranya diselamatkan, Yuan Ni yang merasa bersalah mengangkat tubuh lemas Fang Deng dan memeluknya untuk yang terakhir kali. Mayat Fang Deng lalu ditinggalkan oleh Li Yuan Ni disamping mayat ayahnya dan mayat – mayat lainnya. Setelah Ibunya pergi, hujanpun turun dan menguyur tubuh Fang Deng dan tak disangka ternyata Fang Deng tersadar, Fang Deng masih hidup. Ia pun bangun dan kebinggungan melihat mayat ayahnya dan banyak mayat – mayat lain bergelimpangan.
Melihat Fang Deng yang sendiri kebingungan tanpa seorangpun berada di sekitarnya, Fang Deng lalu dibawa oleh salah seorang anggota tim penyelamat. Fang Deng diadopsi oleh pasangan Wang, (Chen Daoming dan Chen Jin). Dia pun berganti nama menjadi Wang Deng. Meskipun Fang Den selamat, namun Ia menderita trauma karena gempa dan karena keputusan yang diambil oleh ibunya. Saat itu Fang Deng menolak untuk bicara sehingga Ia diklaim lupa ingatan.
Sepuluh tahun kemudian, Fang Deng diterima di sekolah Kedokteran, Ia bertemu dengan seorang pria dan kemudian menjalin hubungan Intim. Pada tahun ketiga studi, ibu angkat Fang Deng jatuh sakit. Dan sebelum meningal Ibu angkat Fang Deng memintanya untuk mencari keluarga kandungnya dengan menggunakan uang yang telah mereka tabung. Namun Fang Deng tidak memberikan jawaban. Setealah Ibunya meningal Fang Deng mengetahui dirinya hamil, Meskipun pacar Fang Deng memaksanya untuk menggugurkan kandung namun Ia tetap bersikeras untuk melahirkan bayi yang dikandungnya, karena Ia tidak ingin meninggalkan bayinya seperti yang telah dilakukan Ibunya terhadap Fang Deng. Fang Deng merasa sangat malu dan kemudian tanpa sepengetahuan siapapun Ia meninggalkan sekolahnya dan kehilangan kontak dengan pacar dan ayah angkatnya.
Setelah beberapa tahun kemudian Fang Deng pun kembali dengan anaknya yang bernama Dian –Dian untuk menjenguk ayah angkatnya. Fang Deng meminta maaf karena telah meninggalkanya dalam waktu yang lama, Ia pun mengatakan yang sebenarnya bahwa Ia tidak lupa ingatan dengan keluarga kandungnya dan Ia menceritakan tentang keputusan ibunya saat Ia terjepit beton bersama saudara kembarnya.
Fang Deng menikah dengan orang yang lebih tua 16 tahun darinya dan mereka pindah ke Vancover, Kanada bersama putrinya.
Disisi lain kehidupan Ibu kandung Fang Deng, Ia tidak mau menikah lagi dan tetap tinggal di Tangshan tanpa mau melakukan perubahan apapun dalam hidupnya. Sedangkan Fang Deng telah sukses menjadi bos kaya dan menikah serta memiliki seorang putra yang bernama Dian – Dian.
Di tahun 2008 terjadi gempa di Sinchuan, atas persetujuan suaminya Fang deng pun kembali ke Cina untuk menjadi relawan dalam gempa itu. Dan pada saat itu Fang Da saudara kembar lelakinya juga menjadi relawan dalam gempa itu. Dan terjadilah pertemuan yang tak disengaja. Saat itu para relawan sedang berisrtirahat. Fang Deng mendengar Fang Da sedang bercerita kepada temannya tentang pengalaman masa lalunya tentang gempa tahun 1976 di Tangshan. Fang Da mengalami patah lengan kiri saat gempa itu. Fang Deng menyadari bahwa pria itu adalah saudara kembarnya. Kemudian mereka berdua memutuskan untuk mengunjungi Ibunya. Reaksi pertama Fang Deng saat bertemu dengan ibunya, Ia masih merasa marah terhadap keputusan ibunya yang memilih menyelamatkan Fang Da, kakanya. Ia berfikir kalau ibunya lebih mencintai Fang Da dari pada dirinya. Kemudian mereka pergi mengunjungi makam ayahnya, disana juga terdapat makam yang bertuliskan namanya. Disini Fang Deng menyadari meskipun dia dikira telah "mati", ibunya tetap memperhatikan Ia sama seperti memperhatikan Fang Da, ibunya membeli 2 set semua buku - buku sekolah, 1 untuk Fang Da dan 1 untuk dirinya. Fang Deng pun merasa sangat menyesal, karena berprasangka yang buruk terhadap ibunya dan membiarkan ibunya menghadapi penderitaan emosional dan rasa bersalah dalam waktu yang lama, selama 32 tahun dan akhirnya mereka saling memaafkan. Keluarga yang telah terpisah selama 32 tahun kini telah bertemu kembali.
B. PENDAPAT PRIBADI MENGENAI FILM TERSEBUT
Menurut saya Film tersebut sangat menyentuh hati, bisa membuat penonton menangis. Dan kisah – kisah yang terjadi di film tersebut dapat mengingatkan pada bencana – bencana alam yang terjadi di Tanah Air. Bagaimana sulitnya menjalani hidup dan menghilanggka trauma masa lalu setelah menghadapi bencana alam dan kehilangan orang – orang yang kita sayangi.
Seperti yang terjadi pada Fang Deng meskipun kejadiannya telah berlalu sangat lama, tapi trauma masa kecilnya sesalu terbayang dan tidak bisa dilupakan. Sehingga menghantui perasaannya secara terus menerus. Meskipun Ia telah memperoleh kasih sayang dari keluarga yang baru. Begitupun rasa bersalah yang dirasakan oleh Ibunya, karena merasa hanya bisa menyelamatkan satu orang anaknya dan harus mengorbankan anak yang lainnya. Ia pun tak mau menikah lagi, karena ingin selamanya menjadi istri dari suaminya yang telah meninggal, suami yang rela mengorbankan nyawanya demi dirinya.
Film ini mencerminkan, betapa besarnya pengaruh masa lalu terhadap prilaku dan mental seseorang.
A. RESUME FILM AFTER SHOCK
Film AFTER SHOCK disutradarai oleh Feng Xiaogang, Diproduksi oleh Hua Yi Brothers, Ditulis oleh Su Xiaowei (skenario), Zhang Ling (novel), Dibintangi Xu Fan (sebagai Li Yuanni), Zhang Guoqiang (sebagai Da Qing), Zhang Jingchu (sebagai Fang Deng), Li Chen, Chen Dao Ming, Chen Jin, , Zhang Zifeng, Zhang Jiajun. Musik oleh Wang li-guang, Editing oleh Thor Roos Sinematografi Lu Yue, Studio Cina Film Group, Emperor Motion Pictures, Huayi Brothers, Media Asia Film. Durasi film selama 130 menit dari Negara Cina dan film berbahasa Bahasa Mandarin.
.
Adapun kisah dari film AFTER SHOCK tersebut :
Film drama mandarin ini dibuat berdasarkan kisah nyata, yaitu perpecahan sebuah keluarga yang disebabkan oleh gempa bumi yang terjadi di Tangshan, Cina, pada tahun 1976. Gempa bumi tersebut menewaskan 240.000 jiwa. Keluarga itu terdiri dari pasangan suami istri, Da Qing dan Li Yuan Ni, serta kedua anak kembar mereka, Fang Deng (putri) dan Fang Da (putra), yang tinggal di sebuah apartemen yang kecil di kota Tangshan. Ditengah malam saat gempat terjadi, Yuan Ni bersama suaminya, Da Qing sedang tidur di sebuah truk. Mereka sangat terkejut dan kemudian terbangun, saat gempa besar mengguncang malam itu. Yuan Ni dan suaminya berlari untuk kembali masuk ke dalam apartemen mereka untuk menyelamatkan anak-anaknya. Ketika Yuan Ni akan masuk ke dalam apartemen, Ia ditarik oleh suaminya kembali ke luar bangunan yang sedang runtuh. Dan malang, suaminya tertimpa bangunan apartemen yang ambruk. Sesudah gempa berhenti, Li Yuan Ni langsung mencari suaminya dan berhasil menemukan mayatnya tertimpa dinding bangunan. Dengan hati yang sangat sedih Li Yuan Ni pun mencari anak kembarnya dan mengetahui bahwa kedua anaknya terjebak di bawah tumpukan beton. Jika mereka mengangkat salah satu sisi dari tumpukan beton itu, maka salah dari anaknya akan terjepit dan akan membunuh salah satu dari mereka. Para penyelamat meminta Yuan Ni, memilih salah satu dari mereka untuk diselamatkan. Yuan Ni terus-terusan meminta mereka untuk menyelamat kedua anaknya. Namun, para penyelamat mendesak Yuan Ni untuk segera mengambil keputusan. Karena masih banyak korban lain yang membutuhkan pertolongan, maka para penyelamat memutuskan untuk meninggalkan Li Yuan Ni, sehingga akhirnya Yuan Ni memutuskan untuk menyelamatkan putranya. Keputusannya itu didengar oleh putrinya. Fang Deng berlinangan air mata sambil bersuara pelan memanggil ibunya terakhir kali “Mama”. Setelah putranya diselamatkan, Yuan Ni yang merasa bersalah mengangkat tubuh lemas Fang Deng dan memeluknya untuk yang terakhir kali. Mayat Fang Deng lalu ditinggalkan oleh Li Yuan Ni disamping mayat ayahnya dan mayat – mayat lainnya. Setelah Ibunya pergi, hujanpun turun dan menguyur tubuh Fang Deng dan tak disangka ternyata Fang Deng tersadar, Fang Deng masih hidup. Ia pun bangun dan kebinggungan melihat mayat ayahnya dan banyak mayat – mayat lain bergelimpangan.
Melihat Fang Deng yang sendiri kebingungan tanpa seorangpun berada di sekitarnya, Fang Deng lalu dibawa oleh salah seorang anggota tim penyelamat. Fang Deng diadopsi oleh pasangan Wang, (Chen Daoming dan Chen Jin). Dia pun berganti nama menjadi Wang Deng. Meskipun Fang Den selamat, namun Ia menderita trauma karena gempa dan karena keputusan yang diambil oleh ibunya. Saat itu Fang Deng menolak untuk bicara sehingga Ia diklaim lupa ingatan.
Sepuluh tahun kemudian, Fang Deng diterima di sekolah Kedokteran, Ia bertemu dengan seorang pria dan kemudian menjalin hubungan Intim. Pada tahun ketiga studi, ibu angkat Fang Deng jatuh sakit. Dan sebelum meningal Ibu angkat Fang Deng memintanya untuk mencari keluarga kandungnya dengan menggunakan uang yang telah mereka tabung. Namun Fang Deng tidak memberikan jawaban. Setealah Ibunya meningal Fang Deng mengetahui dirinya hamil, Meskipun pacar Fang Deng memaksanya untuk menggugurkan kandung namun Ia tetap bersikeras untuk melahirkan bayi yang dikandungnya, karena Ia tidak ingin meninggalkan bayinya seperti yang telah dilakukan Ibunya terhadap Fang Deng. Fang Deng merasa sangat malu dan kemudian tanpa sepengetahuan siapapun Ia meninggalkan sekolahnya dan kehilangan kontak dengan pacar dan ayah angkatnya.
Setelah beberapa tahun kemudian Fang Deng pun kembali dengan anaknya yang bernama Dian –Dian untuk menjenguk ayah angkatnya. Fang Deng meminta maaf karena telah meninggalkanya dalam waktu yang lama, Ia pun mengatakan yang sebenarnya bahwa Ia tidak lupa ingatan dengan keluarga kandungnya dan Ia menceritakan tentang keputusan ibunya saat Ia terjepit beton bersama saudara kembarnya.
Fang Deng menikah dengan orang yang lebih tua 16 tahun darinya dan mereka pindah ke Vancover, Kanada bersama putrinya.
Disisi lain kehidupan Ibu kandung Fang Deng, Ia tidak mau menikah lagi dan tetap tinggal di Tangshan tanpa mau melakukan perubahan apapun dalam hidupnya. Sedangkan Fang Deng telah sukses menjadi bos kaya dan menikah serta memiliki seorang putra yang bernama Dian – Dian.
Di tahun 2008 terjadi gempa di Sinchuan, atas persetujuan suaminya Fang deng pun kembali ke Cina untuk menjadi relawan dalam gempa itu. Dan pada saat itu Fang Da saudara kembar lelakinya juga menjadi relawan dalam gempa itu. Dan terjadilah pertemuan yang tak disengaja. Saat itu para relawan sedang berisrtirahat. Fang Deng mendengar Fang Da sedang bercerita kepada temannya tentang pengalaman masa lalunya tentang gempa tahun 1976 di Tangshan. Fang Da mengalami patah lengan kiri saat gempa itu. Fang Deng menyadari bahwa pria itu adalah saudara kembarnya. Kemudian mereka berdua memutuskan untuk mengunjungi Ibunya. Reaksi pertama Fang Deng saat bertemu dengan ibunya, Ia masih merasa marah terhadap keputusan ibunya yang memilih menyelamatkan Fang Da, kakanya. Ia berfikir kalau ibunya lebih mencintai Fang Da dari pada dirinya. Kemudian mereka pergi mengunjungi makam ayahnya, disana juga terdapat makam yang bertuliskan namanya. Disini Fang Deng menyadari meskipun dia dikira telah "mati", ibunya tetap memperhatikan Ia sama seperti memperhatikan Fang Da, ibunya membeli 2 set semua buku - buku sekolah, 1 untuk Fang Da dan 1 untuk dirinya. Fang Deng pun merasa sangat menyesal, karena berprasangka yang buruk terhadap ibunya dan membiarkan ibunya menghadapi penderitaan emosional dan rasa bersalah dalam waktu yang lama, selama 32 tahun dan akhirnya mereka saling memaafkan. Keluarga yang telah terpisah selama 32 tahun kini telah bertemu kembali.
B. PENDAPAT PRIBADI MENGENAI FILM TERSEBUT
Menurut saya Film tersebut sangat menyentuh hati, bisa membuat penonton menangis. Dan kisah – kisah yang terjadi di film tersebut dapat mengingatkan pada bencana – bencana alam yang terjadi di Tanah Air. Bagaimana sulitnya menjalani hidup dan menghilanggka trauma masa lalu setelah menghadapi bencana alam dan kehilangan orang – orang yang kita sayangi.
Seperti yang terjadi pada Fang Deng meskipun kejadiannya telah berlalu sangat lama, tapi trauma masa kecilnya sesalu terbayang dan tidak bisa dilupakan. Sehingga menghantui perasaannya secara terus menerus. Meskipun Ia telah memperoleh kasih sayang dari keluarga yang baru. Begitupun rasa bersalah yang dirasakan oleh Ibunya, karena merasa hanya bisa menyelamatkan satu orang anaknya dan harus mengorbankan anak yang lainnya. Ia pun tak mau menikah lagi, karena ingin selamanya menjadi istri dari suaminya yang telah meninggal, suami yang rela mengorbankan nyawanya demi dirinya.
Film ini mencerminkan, betapa besarnya pengaruh masa lalu terhadap prilaku dan mental seseorang.
Senin, 08 November 2010
TEORI MEMORY
Memory adalah fungsi dari kognisi yang melibatkan otak dalam pengambilan informasi. Adapun teori –tentang tiga proses memory oleh Walgito yaitu :
1. Proses Enconding, adalah pengkodean terhadap apa yang dipersepsi dengan cara mengubah menjadi simbol – simbol atau gelombang tertentu yang sesuai dengan peringkat yang ada pada organisme.
2. Proses Storage, adalah penyimpanan terhadap apa yang telah diproses dalam Enconding.
3. Proses Retrieval, adalah pemulihan kembali atau mengingat kembali apa yang telah disimpan sebelumnya.
Contoh kasus dari tiga proses diatas adalah :
1. Ketika masih sekolah di SMP, saya mempunyai banyak teman, yang berarti ada banyak nama yang saya ketahui dari teman – teman tersebut. Saya mengingat nama mereka dengan mengenali ciri fisik dan sifat yang menonjol dari masing – masing karakter (terjadi proses Enconding). Kemudian sejak saat itu saya mulai menyimpanya dalam memory otak . Misalnya anak yang bernama Yanti, Dia cantik dan pintar, Heri, Dia tampan tapi pemalas, Nyoman, Dia anak yang aktif dalam pelajaran, Anton sering tidur dikelas, dan lain – lain (berlangsung proses Storage). Setelah lulus sekian lama dan kami pun tidak pernah bertemu, karena kangen, Sayapun berkomunikasi dengan salah satu dari mereka, lewat telepon. Disini saya dan teman saya, menceritakan beberapa hal tentang teman – teman di masa – masa SMP dulu, sesuai yang saya ingat. Misalnya: Si Yanti yang dulu cantik dan pintar itu, sekarang kuliah dimana?, Si Anton yang pernah di tegur oleh Bu guru karena ketiduran di kelas sekarang apa kabar?, “Eh si Tampan Heri sekarang pernah nanyain kamu lho” Dan lain – lain (disini terjadi proses pemulihan ingatan atau Retrival).
2. Saat Saya akan berangkat ke Pura, di rumah Saya melihat Devi (keponakan Saya) yang saat itu mengalami demam sedang tidur pulas (terjadi proses Enconding), kemudian sambil berjalan tanpa sengaja saya mengingat Devi sedang tidur di kamarnya, badanya panas, flu, kepalanya pusing, dan Devi memakai baju tidur warna putih( terjadi proses Storage). Ketika sampai di Pura dan bertemu dengan Ibunya Devi, Ibunya pun menanyakan, “Bagaimana keadaan Devi saat kamu berangkat tadi?”. Saya pun menjawab dan menceritakan Keadaan Devi sesuai apa yang telah saya lihat dan yang yang saya ingat (proses Retrival).
1. Proses Enconding, adalah pengkodean terhadap apa yang dipersepsi dengan cara mengubah menjadi simbol – simbol atau gelombang tertentu yang sesuai dengan peringkat yang ada pada organisme.
2. Proses Storage, adalah penyimpanan terhadap apa yang telah diproses dalam Enconding.
3. Proses Retrieval, adalah pemulihan kembali atau mengingat kembali apa yang telah disimpan sebelumnya.
Contoh kasus dari tiga proses diatas adalah :
1. Ketika masih sekolah di SMP, saya mempunyai banyak teman, yang berarti ada banyak nama yang saya ketahui dari teman – teman tersebut. Saya mengingat nama mereka dengan mengenali ciri fisik dan sifat yang menonjol dari masing – masing karakter (terjadi proses Enconding). Kemudian sejak saat itu saya mulai menyimpanya dalam memory otak . Misalnya anak yang bernama Yanti, Dia cantik dan pintar, Heri, Dia tampan tapi pemalas, Nyoman, Dia anak yang aktif dalam pelajaran, Anton sering tidur dikelas, dan lain – lain (berlangsung proses Storage). Setelah lulus sekian lama dan kami pun tidak pernah bertemu, karena kangen, Sayapun berkomunikasi dengan salah satu dari mereka, lewat telepon. Disini saya dan teman saya, menceritakan beberapa hal tentang teman – teman di masa – masa SMP dulu, sesuai yang saya ingat. Misalnya: Si Yanti yang dulu cantik dan pintar itu, sekarang kuliah dimana?, Si Anton yang pernah di tegur oleh Bu guru karena ketiduran di kelas sekarang apa kabar?, “Eh si Tampan Heri sekarang pernah nanyain kamu lho” Dan lain – lain (disini terjadi proses pemulihan ingatan atau Retrival).
2. Saat Saya akan berangkat ke Pura, di rumah Saya melihat Devi (keponakan Saya) yang saat itu mengalami demam sedang tidur pulas (terjadi proses Enconding), kemudian sambil berjalan tanpa sengaja saya mengingat Devi sedang tidur di kamarnya, badanya panas, flu, kepalanya pusing, dan Devi memakai baju tidur warna putih( terjadi proses Storage). Ketika sampai di Pura dan bertemu dengan Ibunya Devi, Ibunya pun menanyakan, “Bagaimana keadaan Devi saat kamu berangkat tadi?”. Saya pun menjawab dan menceritakan Keadaan Devi sesuai apa yang telah saya lihat dan yang yang saya ingat (proses Retrival).
Sedikit ulasan tentang buku yang dapat memberikan inspirasi :
Buku Keliling Eropa 6 Bulan Hanya 1000 Dollar Ulasan Tentang Jurnal Economics halaman 206.
Halaman ini menceritakan tentang diskusi antaran Penulis dan Host yang mengambil tema tentang pengalaman mereka berkunjung ke India, dimana diskusi lebih difokuskan kepada psikologi masyarakat miskin India. Salah satu kutipan yang menarik adalah :
“Ya begitulah India, tidak ada orang – orang sebahagia orang miskin di India.”
Kutipan tersebut dikemukakan oleh Host yang bernama Aurilie, orang Itali yang pernah tinggal di India selama dua tahun dan menjadi sukarelawan LSM untuk mengurus penderita lepra.
Apabila kita cermati orang – orang miskin pada umumnya memiliki tingkat kebahagiaan yang rendah karena sulitnya memenuhi kebutuhan hidup yang sangat kompleks, akan tetapi Aurilie di atas mengemukakan orang miskin di India dapat hidup bahagia meskipun tidak memiliki materi yang cukup. Seperti seorang Ibu dari kalangan miskin yang pernah di urus oleh Aurilie, Ibu tersebut tidak pernah menunjukan atau mengeluh kepada anaknya, atas rasa sakit karena penyakit yang dideritanya. Ibu tersebut selalu berusaha menyembunyikan hal yang sebenarnya, meskipun rasa sakit tak dapat terbendung tetapi Dia berusaha tetap terlihat bahagia di depan anaknya. Hal ini sesuai dengan teori kepribadian menurut Sigmund Freud tentang pentingnya motivasi unconscious. Ibu tersebut dapat bertahan dari rasa sakit ketika bertemu dengan anaknya, karena adanya motivasi dari alam bawah sadarnya yaitu dia tidak ingin membuat anaknya khawatir dengan keadaanya. Motivasi ini membuat ibu tersebut tetap terlihat bahagia.
Adapun masalah social yang ditimbulkan akibat kemiskinan , seperti dalam kutipan halaman 206 berikut :
“Sebagai orang Eropa, kami mempunyai segalanya disini. Tapi seolah semuanya itu tidak cukup! Sehingga kemudian aku hanya dapat berjanji, bahwa aku akan membagi kecukupanku ini, aku akan memperjuangkan nasib mereka! Aku akan berkarir dibidang development, karena sang Ibu tidak harus meninggal, jika Ia bisa mendapatkan pengobatan yang layak. Tidak ada manusia yang layak bernasib demikian”.
Bagian ini di fokuskan pada, masalah yang timbul karena kemiskinan.
Bukan hanya di Negara India tetapi masalah kemiskinan merupakan salah satu masalah besar dunia dan tidak terkecuali Indonesia. Sang Ibu dalam kutipan cerita diatas, beliu tidak bisa mendapatkan pengobatan yang layak karena tidak memiliki uang yang cukup untuk berobat.
Masalah - masalah sosial yang di timbulkan oleh kemiskinan Diantaranya :
1. Partisipasi dan kualitas diri orang miskin
Anak – anak dari kalangan miskin akan sulit untuk memperoleh pendidikan yang bermutu serta kemungkinan besar akan mengalami putus sekolah karena terbentur biaya. Ini mengakibatkan mereka akan sulit bersaing dalam dunia kerja, sehingga anak - anak miskin yang mempunyai prestasi rendah akan menempati jabatan atau pekerjaan yang rendah pula pada saat memasuki dunia kerja, akibatnya upah yang dihasilkan sangat minim. Bahkan banyak yang menjadi pengganguran. Pada umumnya kondisi ini akan berlanjut pada saat mereka menikah dan memiliki anak. Karena minimnya penghasilan, anak – anak mereka juga akan mendapatkan kualitas pendidikan yang sama dengan orang tuanya. Dan mereka akan berada pada taraf kehidupan yang sama. Ditambah lagi dengan sikap mereka yang acuh/tidak peduli dengan lingkungan sekitar, malas, menyebabkan kemiskinan ini akan terus terjadi pada generasi – generasi berikutnya dan menjadi sebuah budaya.
2. Tidak memiliki tempat tinggal yang layak dan kriminalitas
Kondisi lingkungan dan rumah yang tidak mendukung dan tidak bersih menyebabkan kesehatan mereka (orang miskin) menjadi sering terganggu. Banyak orang miskin tinggal dilingkungan kumuh, satu rumah di huni oleh beberapa keluarga, bahkan ada yang tidak memiliki rumah. Seperti kita lihat di kota – kota besar seperti : Jakarta. Orang – orang miskin ada yang tinggal dikolong - kolong jembatan, gang – sempit di kompleks pertokoan. Kondisi ini membuat mereka rentan terhadap penyakit dan apabila mereka terkena penyakit, mereka tidak akan bisa pergi ke Dokter. Tinggal ditempat seperti itu juga mengakibatkan mereka sering manjadi pelaku dan atau korban dari tindak krimalitas. Karena tuntutan kebetuhan hidup yang tinggi menyebab sebagian diantara mereka melakukan kejahatan untuk memenuhi kebutuhan hidup tersebut. Misalnya mencuri dan merampok.
3. Kondisi mental atau kejiwaan.
Pada umumnya tingkat kebahagian orang miskin lebih rendah, sehingga kemiskinan seringkali membuat orang depresi dan setres. Beberapa contoh kasus yang mendukung :Karena, seorang Ibu tega membunuh anak – anaknya sendiri. seseorang rela merampok, bahkan membunuh demi mendapatkan uang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Hal ini, jelas sekali menggambarkan kemiskinan mempengaruhi kondisi mental dan kejiwaan seseorang.
Buku Mestakung Bab 6 hal 66 - 67.
Halaman ini menceritakan tentang bagaimana memotivasi alam bawah sadar kita agar dapat mencapai tujuan akhir yang kita inginkan dengan didukung oleh semesta.
“Pak Joko seorang yang saya hormati pernah bercerita bahwa jika kita menginginkan sesuatu, bayangkanlah lalu gambarkan impian tersebut di pikiran kita sedetail mungkin. Ketika kita menginginkan sesuatu atau mempunyai target tertentu, kita harus membuatnya sejelas mungkin. Harus terus mengucapkanya secara berulang – ulang agar target ini masuk ke alam bawah sadar kita. Ketika sudah di alam bawah sadar, kita akan termotivasi untuk melakukan sesuatu ”.
Kutipan tersebut sesuai dengan Teori Gestalt (Kurt Koffka, Max Wertheimer, and Wolfgang Köhler) Mereka menyimpulkan yaitu sebuah teori yang menjelaskan proses persepsi melalui pengorganisasian komponen-komponen sensasi yang memiliki hubungan, pola, ataupun kemiripan menjadi kesatuan. Aplikasi teori Gestalt dalam proses belajar untuk meraih sesuatu adalah perilaku bertujuan (pusposive behavior) maksudnya perilaku terarah pada tujuan. Perilaku bukan hanya terjadi akibat hubungan stimulus-respons, tetapi ada keterkaitannya dengan dengan tujuan yang ingin dicapai. Seperti yang dikatakan Pak Joko dalam kutipan diatas apabila kita memiliki tujuan yang pasti kita harus menciptakan suasana mestakung dalam pikiran kita sehingga tertanam motivasi untuk berusaha keras melakukan hal – hal yang bermanfaat untuk mencapai tujan. Jika Motivasi bercampur emosi positif maka akan menghasilkan hasrat bekerja lebih keras untuk berhasil.
Target atau tujuan yang kita ucapkan berulang – ulang baik pada diri kita sendiri ataupun orang – orang disekitar kita akan membuat kita berada dalam kondisi kritis dan melahirkan tanggung jawab moral sehingga memacu seluruh kekuatan dan kecerdasan yang kita miliki, memacu kita untuk berlatih lebih keras untuk berhasil mencapai tujuan. Pada saat berada dalam kondisi kritis seseorang akan dapat melakukan hal – hal yang luar biasa, hal – hal yang tidak mungkin tidak biasa dilakukan pada saat dalam kondisi normal.
Namun hal ini harus diimbangi dengan ketahanan mental yang kuat agar tidak menimbulkan setress akibat tekanan dari dalam diri sendiri. Pemikiran atau mind set seseorang sangat berpengaruh pada keberhasilanya.
Halaman ini menceritakan tentang diskusi antaran Penulis dan Host yang mengambil tema tentang pengalaman mereka berkunjung ke India, dimana diskusi lebih difokuskan kepada psikologi masyarakat miskin India. Salah satu kutipan yang menarik adalah :
“Ya begitulah India, tidak ada orang – orang sebahagia orang miskin di India.”
Kutipan tersebut dikemukakan oleh Host yang bernama Aurilie, orang Itali yang pernah tinggal di India selama dua tahun dan menjadi sukarelawan LSM untuk mengurus penderita lepra.
Apabila kita cermati orang – orang miskin pada umumnya memiliki tingkat kebahagiaan yang rendah karena sulitnya memenuhi kebutuhan hidup yang sangat kompleks, akan tetapi Aurilie di atas mengemukakan orang miskin di India dapat hidup bahagia meskipun tidak memiliki materi yang cukup. Seperti seorang Ibu dari kalangan miskin yang pernah di urus oleh Aurilie, Ibu tersebut tidak pernah menunjukan atau mengeluh kepada anaknya, atas rasa sakit karena penyakit yang dideritanya. Ibu tersebut selalu berusaha menyembunyikan hal yang sebenarnya, meskipun rasa sakit tak dapat terbendung tetapi Dia berusaha tetap terlihat bahagia di depan anaknya. Hal ini sesuai dengan teori kepribadian menurut Sigmund Freud tentang pentingnya motivasi unconscious. Ibu tersebut dapat bertahan dari rasa sakit ketika bertemu dengan anaknya, karena adanya motivasi dari alam bawah sadarnya yaitu dia tidak ingin membuat anaknya khawatir dengan keadaanya. Motivasi ini membuat ibu tersebut tetap terlihat bahagia.
Adapun masalah social yang ditimbulkan akibat kemiskinan , seperti dalam kutipan halaman 206 berikut :
“Sebagai orang Eropa, kami mempunyai segalanya disini. Tapi seolah semuanya itu tidak cukup! Sehingga kemudian aku hanya dapat berjanji, bahwa aku akan membagi kecukupanku ini, aku akan memperjuangkan nasib mereka! Aku akan berkarir dibidang development, karena sang Ibu tidak harus meninggal, jika Ia bisa mendapatkan pengobatan yang layak. Tidak ada manusia yang layak bernasib demikian”.
Bagian ini di fokuskan pada, masalah yang timbul karena kemiskinan.
Bukan hanya di Negara India tetapi masalah kemiskinan merupakan salah satu masalah besar dunia dan tidak terkecuali Indonesia. Sang Ibu dalam kutipan cerita diatas, beliu tidak bisa mendapatkan pengobatan yang layak karena tidak memiliki uang yang cukup untuk berobat.
Masalah - masalah sosial yang di timbulkan oleh kemiskinan Diantaranya :
1. Partisipasi dan kualitas diri orang miskin
Anak – anak dari kalangan miskin akan sulit untuk memperoleh pendidikan yang bermutu serta kemungkinan besar akan mengalami putus sekolah karena terbentur biaya. Ini mengakibatkan mereka akan sulit bersaing dalam dunia kerja, sehingga anak - anak miskin yang mempunyai prestasi rendah akan menempati jabatan atau pekerjaan yang rendah pula pada saat memasuki dunia kerja, akibatnya upah yang dihasilkan sangat minim. Bahkan banyak yang menjadi pengganguran. Pada umumnya kondisi ini akan berlanjut pada saat mereka menikah dan memiliki anak. Karena minimnya penghasilan, anak – anak mereka juga akan mendapatkan kualitas pendidikan yang sama dengan orang tuanya. Dan mereka akan berada pada taraf kehidupan yang sama. Ditambah lagi dengan sikap mereka yang acuh/tidak peduli dengan lingkungan sekitar, malas, menyebabkan kemiskinan ini akan terus terjadi pada generasi – generasi berikutnya dan menjadi sebuah budaya.
2. Tidak memiliki tempat tinggal yang layak dan kriminalitas
Kondisi lingkungan dan rumah yang tidak mendukung dan tidak bersih menyebabkan kesehatan mereka (orang miskin) menjadi sering terganggu. Banyak orang miskin tinggal dilingkungan kumuh, satu rumah di huni oleh beberapa keluarga, bahkan ada yang tidak memiliki rumah. Seperti kita lihat di kota – kota besar seperti : Jakarta. Orang – orang miskin ada yang tinggal dikolong - kolong jembatan, gang – sempit di kompleks pertokoan. Kondisi ini membuat mereka rentan terhadap penyakit dan apabila mereka terkena penyakit, mereka tidak akan bisa pergi ke Dokter. Tinggal ditempat seperti itu juga mengakibatkan mereka sering manjadi pelaku dan atau korban dari tindak krimalitas. Karena tuntutan kebetuhan hidup yang tinggi menyebab sebagian diantara mereka melakukan kejahatan untuk memenuhi kebutuhan hidup tersebut. Misalnya mencuri dan merampok.
3. Kondisi mental atau kejiwaan.
Pada umumnya tingkat kebahagian orang miskin lebih rendah, sehingga kemiskinan seringkali membuat orang depresi dan setres. Beberapa contoh kasus yang mendukung :Karena, seorang Ibu tega membunuh anak – anaknya sendiri. seseorang rela merampok, bahkan membunuh demi mendapatkan uang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Hal ini, jelas sekali menggambarkan kemiskinan mempengaruhi kondisi mental dan kejiwaan seseorang.
Buku Mestakung Bab 6 hal 66 - 67.
Halaman ini menceritakan tentang bagaimana memotivasi alam bawah sadar kita agar dapat mencapai tujuan akhir yang kita inginkan dengan didukung oleh semesta.
“Pak Joko seorang yang saya hormati pernah bercerita bahwa jika kita menginginkan sesuatu, bayangkanlah lalu gambarkan impian tersebut di pikiran kita sedetail mungkin. Ketika kita menginginkan sesuatu atau mempunyai target tertentu, kita harus membuatnya sejelas mungkin. Harus terus mengucapkanya secara berulang – ulang agar target ini masuk ke alam bawah sadar kita. Ketika sudah di alam bawah sadar, kita akan termotivasi untuk melakukan sesuatu ”.
Kutipan tersebut sesuai dengan Teori Gestalt (Kurt Koffka, Max Wertheimer, and Wolfgang Köhler) Mereka menyimpulkan yaitu sebuah teori yang menjelaskan proses persepsi melalui pengorganisasian komponen-komponen sensasi yang memiliki hubungan, pola, ataupun kemiripan menjadi kesatuan. Aplikasi teori Gestalt dalam proses belajar untuk meraih sesuatu adalah perilaku bertujuan (pusposive behavior) maksudnya perilaku terarah pada tujuan. Perilaku bukan hanya terjadi akibat hubungan stimulus-respons, tetapi ada keterkaitannya dengan dengan tujuan yang ingin dicapai. Seperti yang dikatakan Pak Joko dalam kutipan diatas apabila kita memiliki tujuan yang pasti kita harus menciptakan suasana mestakung dalam pikiran kita sehingga tertanam motivasi untuk berusaha keras melakukan hal – hal yang bermanfaat untuk mencapai tujan. Jika Motivasi bercampur emosi positif maka akan menghasilkan hasrat bekerja lebih keras untuk berhasil.
Target atau tujuan yang kita ucapkan berulang – ulang baik pada diri kita sendiri ataupun orang – orang disekitar kita akan membuat kita berada dalam kondisi kritis dan melahirkan tanggung jawab moral sehingga memacu seluruh kekuatan dan kecerdasan yang kita miliki, memacu kita untuk berlatih lebih keras untuk berhasil mencapai tujuan. Pada saat berada dalam kondisi kritis seseorang akan dapat melakukan hal – hal yang luar biasa, hal – hal yang tidak mungkin tidak biasa dilakukan pada saat dalam kondisi normal.
Namun hal ini harus diimbangi dengan ketahanan mental yang kuat agar tidak menimbulkan setress akibat tekanan dari dalam diri sendiri. Pemikiran atau mind set seseorang sangat berpengaruh pada keberhasilanya.
PROSTITUSI
PROSTITUSI
Prostitusi atau pelacuran merupakan penyimpangan social yaitu, penjual jasa seksual untuk mendapatkan uang atau sering disebut Pekerja Seks Komersial (PSK).
Sumber : Liputan6.com, Jakarta
Tanggal : 27/10/10
Lembaga pemasyarakatan (penjara) adalah tempat menjalani masa hukuman. Didalamnya banyak terdapat narapidana untuk menjalani hukuman atas criminal yang dilakukannya. Namun, seperti ditemukan oleh Polisi ditahanan khusus laki – laki terdapat transaksi prostitusi yang jelas – jelas melanggar hukum. PSK di panggil ke tahanan degan modus berpura – pura sebagai keluarga yang hendak menjenguk saudaranya yang ada dalam tahanan. Sumber menyebutkan, oleh bantuan sipir, kesempatan inilah yang dimanfaatkan oleh narapidana untuk memenuhi kebutuhan biologisnya. Saat wanita pesanan telah tiba di penjara, kemudian Narapidana membayar sewa kamar pada seorang sipir. Setelah transaksi pembayaran kamar selesai, sang napi dan perempuannya masuk kamar seharga sekitar Rp 300 hingga Rp 400 ribu. Namu, bagi narapidana yang tidak punya uang harus berpuas diri dengan cara lain. Melepas rindu mulai dari berbicara, berpegangan tangan, berpelukan, atau bahkan mencuri-curi kesempatan mencium pasangannya Dengan cara seperti inilah inilah transaksi itu terjadi.
Teori :
teori hierarki kebutuhan yang dikemukakan oleh Abraham Maslow.
Teori psikolog Abraham Maslow menempatkan seks pada level dasar. Ini artinya, pentingnya seks sejajar dengan bernapas, makan, minum, membuang kotoran, homeostasis, dan tidur. Teori dasar ini harus dipenuhi.
Seperti diatas berada di penjara tidak berarti memenjarakan kebutuhan biologis narapidana. Karena undang-undang di Indonesia belum mengakomodir kebutuhan biologis para napi, terutama yang sudah berkeluarga. Maka beragam cara dilakukan oleh para napi untuk memuaskan hasrat seksual mereka.
Prostitusi atau pelacuran merupakan penyimpangan social yaitu, penjual jasa seksual untuk mendapatkan uang atau sering disebut Pekerja Seks Komersial (PSK).
Sumber : Liputan6.com, Jakarta
Tanggal : 27/10/10
Lembaga pemasyarakatan (penjara) adalah tempat menjalani masa hukuman. Didalamnya banyak terdapat narapidana untuk menjalani hukuman atas criminal yang dilakukannya. Namun, seperti ditemukan oleh Polisi ditahanan khusus laki – laki terdapat transaksi prostitusi yang jelas – jelas melanggar hukum. PSK di panggil ke tahanan degan modus berpura – pura sebagai keluarga yang hendak menjenguk saudaranya yang ada dalam tahanan. Sumber menyebutkan, oleh bantuan sipir, kesempatan inilah yang dimanfaatkan oleh narapidana untuk memenuhi kebutuhan biologisnya. Saat wanita pesanan telah tiba di penjara, kemudian Narapidana membayar sewa kamar pada seorang sipir. Setelah transaksi pembayaran kamar selesai, sang napi dan perempuannya masuk kamar seharga sekitar Rp 300 hingga Rp 400 ribu. Namu, bagi narapidana yang tidak punya uang harus berpuas diri dengan cara lain. Melepas rindu mulai dari berbicara, berpegangan tangan, berpelukan, atau bahkan mencuri-curi kesempatan mencium pasangannya Dengan cara seperti inilah inilah transaksi itu terjadi.
Teori :
teori hierarki kebutuhan yang dikemukakan oleh Abraham Maslow.
Teori psikolog Abraham Maslow menempatkan seks pada level dasar. Ini artinya, pentingnya seks sejajar dengan bernapas, makan, minum, membuang kotoran, homeostasis, dan tidur. Teori dasar ini harus dipenuhi.
Seperti diatas berada di penjara tidak berarti memenjarakan kebutuhan biologis narapidana. Karena undang-undang di Indonesia belum mengakomodir kebutuhan biologis para napi, terutama yang sudah berkeluarga. Maka beragam cara dilakukan oleh para napi untuk memuaskan hasrat seksual mereka.
Langganan:
Postingan (Atom)